الحديث رقم 3996

السنة

مقطوع • Maqthu

Kitab

Sunnah

السنة

Bab

Konsisten dengan sunnah

لزوم السنة

Matan Arab

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ كَتَبَ رَجُلٌ إِلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ يَسْأَلُهُ عَنْ الْقَدَرِ ح و حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمُؤَذِّنُ قَالَ حَدَّثَنَا أَسَدُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ دُلَيْلٍ قَالَ سَمِعْتُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيَّ يُحَدِّثُنَا عَنِ النَّضْرِ ح و حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ قَبِيصَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ عَنْ أَبِي الصَّلْتِ وَهَذَا لَفْظُ حَدِيثِ ابْنِ كَثِيرٍ وَمَعْنَاهُمْ قَالَ كَتَبَ رَجُلٌ إِلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ يَسْأَلُهُ عَنْ الْقَدَرِ فَكَتَبَ أَمَّا بَعْدُ أُوصِيكَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالِاقْتِصَادِ فِي أَمْرِهِ وَاتِّبَاعِ سُنَّةِ نَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَرْكِ مَا أَحْدَثَ الْمُحْدِثُونَ بَعْدَ مَا جَرَتْ بِهِ سُنَّتُهُ وَكُفُوا مُؤْنَتَهُ فَعَلَيْكَ بِلُزُومِ السُّنَّةِ فَإِنَّهَا لَكَ بِإِذْنِ اللَّهِ عِصْمَةٌ ثُمَّ اعْلَمْ أَنَّهُ لَمْ يَبْتَدِعْ النَّاسُ بِدْعَةً إِلَّا قَدْ مَضَى قَبْلَهَا مَا هُوَ دَلِيلٌ عَلَيْهَا أَوْ عِبْرَةٌ فِيهَا فَإِنَّ السُّنَّةَ إِنَّمَا سَنَّهَا مَنْ قَدْ عَلِمَ مَا فِي خِلَافِهَا وَلَمْ يَقُلْ ابْنُ كَثِيرٍ مَنْ قَدْ عَلِمَ مِنْ الْخَطَإِ وَالزَّلَلِ وَالْحُمْقِ وَالتَّعَمُّقِ فَارْضَ لِنَفْسِكَ مَا رَضِيَ بِهِ الْقَوْمُ لِأَنْفُسِهِمْ فَإِنَّهُمْ عَلَى عِلْمٍ وَقَفُوا وَبِبَصَرٍ نَافِذٍ كَفُّوا وَهُمْ عَلَى كَشْفِ الْأُمُورِ كَانُوا أَقْوَى وَبِفَضْلِ مَا كَانُوا فِيهِ أَوْلَى فَإِنْ كَانَ الْهُدَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ لَقَدْ سَبَقْتُمُوهُمْ إِلَيْهِ وَلَئِنْ قُلْتُمْ إِنَّمَا حَدَثَ بَعْدَهُمْ مَا أَحْدَثَهُ إِلَّا مَنْ اتَّبَعَ غَيْرَ سَبِيلِهِمْ وَرَغِبَ بِنَفْسِهِ عَنْهُمْ فَإِنَّهُمْ هُمْ السَّابِقُونَ فَقَدْ تَكَلَّمُوا فِيهِ بِمَا يَكْفِي وَوَصَفُوا مِنْهُ مَا يَشْفِي فَمَا دُونَهُمْ مِنْ مَقْصَرٍ وَمَا فَوْقَهُمْ مِنْ مَحْسَرٍ وَقَدْ قَصَّرَ قَوْمٌ دُونَهُمْ فَجَفَوْا وَطَمَحَ عَنْهُمْ أَقْوَامٌ فَغَلَوْا وَإِنَّهُمْ بَيْنَ ذَلِكَ لَعَلَى هُدًى مُسْتَقِيمٍ كَتَبْتَ تَسْأَلُ عَنْ الْإِقْرَارِ بِالْقَدَرِ فَعَلَى الْخَبِيرِ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَعْتَ مَا أَعْلَمُ مَا أَحْدَثَ النَّاسُ مِنْ مُحْدَثَةٍ وَلَا ابْتَدَعُوا مِنْ بِدْعَةٍ هِيَ أَبْيَنُ أَثَرًا وَلَا أَثْبَتُ أَمْرًا مِنْ الْإِقْرَارِ بِالْقَدَرِ لَقَدْ كَانَ ذَكَرَهُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ الْجُهَلَاءُ يَتَكَلَّمُونَ بِهِ فِي كَلَامِهِمْ وَفِي شِعْرِهِمْ يُعَزُّونَ بِهِ أَنْفُسَهُمْ عَلَى مَا فَاتَهُمْ ثُمَّ لَمْ يَزِدْهُ الْإِسْلَامُ بَعْدُ إِلَّا شِدَّةً وَلَقَدْ ذَكَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَيْرِ حَدِيثٍ وَلَا حَدِيثَيْنِ وَقَدْ سَمِعَهُ مِنْهُ الْمُسْلِمُونَ فَتَكَلَّمُوا بِهِ فِي حَيَاتِهِ وَبَعْدَ وَفَاتِهِ يَقِينًا وَتَسْلِيمًا لِرَبِّهِمْ وَتَضْعِيفًا لِأَنْفُسِهِمْ أَنْ يَكُونَ شَيْءٌ لَمْ يُحِطْ بِهِ عِلْمُهُ وَلَمْ يُحْصِهِ كِتَابُهُ وَلَمْ يَمْضِ فِيهِ قَدَرُهُ وَإِنَّهُ مَعَ ذَلِكَ لَفِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ مِنْهُ اقْتَبَسُوهُ وَمِنْهُ تَعَلَّمُوهُ وَلَئِنْ قُلْتُمْ لِمَ أَنْزَلَ اللَّهُ آيَةَ كَذَا لِمَ قَالَ كَذَا لَقَدْ قَرَءُوا مِنْهُ مَا قَرَأْتُمْ وَعَلِمُوا مِنْ تَأْوِيلِهِ مَا جَهِلْتُمْ وَقَالُوا بَعْدَ ذَلِكَ كُلِّهِ بِكِتَابٍ وَقَدَرٍ وَكُتِبَتِ الشَّقَاوَةُ وَمَا يُقْدَرْ يَكُنْ وَمَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ وَلَا نَمْلِكُ لِأَنْفُسِنَا ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ثُمَّ رَغِبُوا بَعْدَ ذَلِكَ وَرَهِبُوا

🇮🇩

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin katsir ia berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan ia berkata; seorang laki-laki menulis surat kepada Umar bin Abdul Aziz bertanya tentang takdir. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ar Rabi' bin Sulaiman Al Muadzdzin ia berkata; telah menceritakan kepada kami Asad bin Musa ia berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin Dulail ia berkata; Aku mendengar Sufyan Ats Tsauri menceritakan kepada kami dari An Nadhr. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sari dari Qabishah ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Raja' dari Abu Ash Shalt -dan ini adalah hadits Ibnu Katsir- ia berkata, "Seorang laki-laki menulis surat kepada Umar bin Abdul Aziz bertanya tentang takdir. Umar bin Abdul Aziz lalu menulis balasan; Amma Ba'du. Aku berwasiat kepadamu agar bertakwa kepada Allah dan konsisten (tidak menambah dan mengurangi) dalam melaksanakan perintah-Nya, mengikuti sunah Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam dan meninggalkan apa yang diada-adakan oleh orang-orang yang membuat hal baru setelah berlaku sunnahnya, padahal mereka telah dicukupkan dengan sunnah beliau. Hendaklah engkau berpegang teguh dengan sunah, sebab dengan izin Allah ia akan menjagamu dari kesesatan. Ketahuilah, tidaklah orang-orang membuat suatu kebidahan kecuali telah ada dalil yang menjelaskan tentang hal itu, atau pelajaran yang bisa diambil keterangannya. Sesungguhnya sunah itu, yang menjadi sumbernya adalah Dia (Allah dan Rasul-Nya) yang telah mengetahui kebalikannya -Ibnu Katsir tidak menyebutkan, "yang mengetahui berbagai kesalahan- kekeliruan dan kebodohan serta penyulitan diri. Maka ridhalah dengan apa-apa yang dipegang oleh orang-orang sebelum kamu (para sahabat). Karena mereka (para sahabat), dengan ketinggian ilmu yang dimiliki, serta kecerdasan yang cemerlang mereka juga tetap menahan diri. Padahal dari sisi keilmuan mereka lebih paham, dan dari sisi keutamaan mereka lebih layak untuk memperbincangkannya. Jika kebenaran itu ada pada kalian, maka kalian telah mendahului mereka. Jika kalian katakan hanyasanya terjadi perkara baru setelah mereka yang tidak diada-adakan kecuali oleh orang yang tidak mengikuti petunjuk mereka (para sahabat) dan ridha dengan pemikirannya sendiri dari pada pemikiran mereka, ketahuilah sesungguhnya para sahabat adalah orang-orang yang lebih dahulu mendapati permasalahan ini. Mereka berbicara (masalah takdir) hanya sekedarnya, mereka tidak terlalu menyepelehkan namun tidak juga terlalu berlebihan, sungguh telah ada orang-orang selain mereka yang terlalu menyepelehkan hingga mereka jauh berpaling, dan ada juga yang terlalu bersemangat hingga mereka berlebih-lebihan (melampui batas). Dan sesungguhnya sikap para sahabat di antara yang demikian yakni berada di atas jalan yang lurus. Kamu telah menulis surat menanyakan tentang menyakini adanya takdir, maka -dengan izin Allah- engkau telah tepat memilih orangnya (tanya kepada saya). Aku tidak mengetahui sesuatu yang baru atau perkara bid'ah yang dimunculkan oleh manusia, yang dampaknya sangat jelas dan pasti kecuali dalam permasalahan mengakui takdir. Orang-orang bodoh pada masa jahilliyah saja telah memperbincangkan pengakuan taqdir dalam ucapan-ucapan dan syair mereka terhadap kenikmatan yang hilang dari mereka, kemudian Islam datang dan semakin mempertegasnya lagi, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengingatkan tidak hanya dalam satu hadits atau dua hadits, kaum muslimin juga telah mendengarnya dari beliau, mereka membicarakan takdir baik ketika beliau masih hidup atau sepeninggal beliau dengan sikap yakin dan menerima terhadap Rabb mereka serta merendah diri bahwa tidak ada sesuatu melainkan telah dahulu Ilmu (pengetahuan) Allah terhadapnya dan telah tertulis dalam kitab-Nya (Al Lauhul mahfudh), serta telah ditentukan takdirnya oleh-Nya. Selain dari itu, persoalan takdir telah dijelaskan dalam muhkam kitab-Nya (ayat-ayat Al Quran yang jelas maknanya), mereka mengutibnya serta belajar darinya. Jika kalian tanyakan, 'kenapa Allah menurunkan ayat seperti ini, mengapa Dia menyatakan yang demikian? ' sesungguhnya para sahabat juga telah membacanya sebagaimana kalian membaca. Mereka mengetahui bagaimana ta'wilnya yang kalian sendiri tidak tahu dan setelah itu semua, mereka berkata; "kami beriman terhadap kitab (lauhul mahfudh) dan taqdir, dan kesengsaraan telah tertuliskan, maka apa yang telah ditakdirkan pasti akan terjadi. Apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi dan apa yang tidak Allah kehendaki pasti tidak akan terjadi. Sungguh, kita semua tidak mempunyai daya dan upaya untuk menolak madharat atau mengambil manfaat. Maka setelah itu mereka ridha dan merasa takut untuk memperbincangkan masalah takdir."

السند • Sanad Perawi

12

Abu Ash Shalt (dari 'Umar bin 'Abdul 'Aziz)

Tertutup/Tidak dikenal
📌

Kalangan

Tabi'in (tdk jumpa Shahabat)

🏛️

Nasab

Abu Ash Shalt

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

abudaud: 1
💬
Komentar Ulama

majhul

11

Abu Raja' (dari Abu Ash Shalt)

Tertutup/Tidak dikenal
📌

Kalangan

Tabi'ut Tabi'in kalangan tua

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

abudaud: 1
💬
Komentar Ulama

majhul

10

Qabishah bin 'Uqbah bin Muhammad bin Sufyan

Abu 'Amir

Jujur, Haditsnya Hasan
📌

Kalangan

Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa

🏛️

Nasab

As Sawa'iy

🏡

Negeri Hidup

Kufah

📅

Wafat

215 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 50muslim: 1abudaud: 3tirmidzi: 13nasai: 1ibnumajah: 5ahmad: 3darimi: 24
💬
Komentar Ulama

An Nasa'i: Laisa bihi ba's

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Shaduuq Rubama Kholif

Adz Dzahabi: Hafizh

9

Hannad bin As Sariy bin Mush'ab

Abu As Sariy

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'ut Tabi'in kalangan tua

🏛️

Nasab

At Tamimiy Ad Darimiy

🏡

Negeri Hidup

Kufah

📅

Wafat

243 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

muslim: 25abudaud: 74tirmidzi: 280nasai: 74ibnumajah: 32ahmad: 2
💬
Komentar Ulama

Abu Hatim: Shaduuq

An Nasa'i: Tsiqah

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah

Adz Dzahabi: Hafizh

8

An Nadlir bin 'Arabiy

Abu Rauh

Jujur
📌

Kalangan

Tabi'in (tdk jumpa Shahabat)

🏡

Negeri Hidup

Jazirah

📅

Wafat

168 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

abudaud: 1
💬
Komentar Ulama

Ahmad bin Hambal: laisa bihi ba`s

Yahya bin Ma'in: laisa bihi ba`s

Abu Zur'ah: Tsiqah

Abu Hatim: la ba`sa bih

An Nasa'i: laisa bihi ba`s

Ibnu Hajar: la ba`sa bih

Adz Dzahabi: Tsiqah

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

7

Sufyan bin Sa'id bin Masruq

Abu 'Abdullah

Sangat Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'ut Tabi'in kalangan tua

🏛️

Nasab

Ats Tsauriy

🏡

Negeri Hidup

Kufah

📅

Wafat

161 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 353muslim: 235abudaud: 247tirmidzi: 348nasai: 315ibnumajah: 215ahmad: 1626darimi: 274
💬
Komentar Ulama

Malik bin anas: Tsiqah

Yahya bin Ma'in: Tsiqah

Ibnu Hibban: Termasuk dari para huffad mutqin

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah Hafidz Faqih

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Abid

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Imam

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Hujjah

Adz Dzahabi: Imam

6

Hammad bin Dulail

Abu Zaid

Jujur
📌

Kalangan

Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa

🏡

Negeri Hidup

Mada'in

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

abudaud: 1
💬
Komentar Ulama

Yahya bin Ma'in: Laisa bihi ba's

Abu Daud: Laisa bihi ba's

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Al Asadi: dla'if

Adz Dzahabi: Tsiqah

5

Asad bin Musa bin Ibrahim bin Al Walid bin 'Abdul Malik bin Marwan

Abu Sa'id

Jujur, Haditsnya Hasan
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan biasa

🏛️

Nasab

Al Umawiy

🏡

Negeri Hidup

Maru

📅

Wafat

212 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 1abudaud: 3nasai: 6darimi: 7
💬
Komentar Ulama

Al Bukhari: Masyhurul Hadits

An Nasa'i: Tsiqah

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Al 'Ajli: Tsiqah

Al Bazzar: Tsiqah

4

Ar Rabi' bin Sulaiman bin 'Abdul Jabbar

Abu Muhammad

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan

🏡

Negeri Hidup

Maru

📅

Wafat

270 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

abudaud: 10nasai: 13ibnumajah: 1
💬
Komentar Ulama

Abu Bakar Khatib: Tsiqah

An Nasa'i: la ba`sa bih

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah

Adz Dzahabi: Faqih hafidz

3

Umar bin 'Abdul 'Aziz bin Marwan bin Al Hakam

Abu Hafsh

Sangat Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan biasa

🏛️

Nasab

Al Umawiy Al Madaniy

🏡

Negeri Hidup

Syam

📅

Wafat

101 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 1muslim: 6abudaud: 7tirmidzi: 3nasai: 12ibnumajah: 4ahmad: 19malik: 17darimi: 20
💬
Komentar Ulama

Malik bin Anas: imam

Ibnu Uyainah: imam

Ibnu Sa'd: tsiqah ma`mun

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Ibnu Hajar Al Atsqalani: Amirul mukminin

Adz Dzahabi: Alim Amil

2

Sufyan bin Sa'id bin Masruq

Abu 'Abdullah

Sangat Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'ut Tabi'in kalangan tua

🏛️

Nasab

Ats Tsauriy

🏡

Negeri Hidup

Kufah

📅

Wafat

161 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 353muslim: 235abudaud: 247tirmidzi: 348nasai: 315ibnumajah: 215ahmad: 1626darimi: 274
💬
Komentar Ulama

Malik bin anas: Tsiqah

Yahya bin Ma'in: Tsiqah

Ibnu Hibban: Termasuk dari para huffad mutqin

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah Hafidz Faqih

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Abid

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Imam

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Hujjah

Adz Dzahabi: Imam

1

Muhammad bin Katsir

Abu 'Abdullah

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'ul Atba' kalangan tua

🏛️

Nasab

Al 'Abdiy

🏡

Negeri Hidup

Bashrah

📅

Wafat

223 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 68muslim: 1abudaud: 143tirmidzi: 6nasai: 1ibnumajah: 1ahmad: 2darimi: 11
💬
Komentar Ulama

Yahya bin Ma'in: lam yakun bi tsiqah

Abu Hatim: Shaduuq

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah

Berhasil Disalin!

Teks telah disalin ke clipboard.

Hadits Abudaud No. 3996 | Hadis Nabi