الحديث رقم 427

الصلاة

مرفوع • Marfu'

Kitab

Shalat

الصلاة

Bab

Cara adzan

كيف الأذان

Matan Arab

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ أَبِي دَاوُدَ ح و حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ الْمُهَاجِرِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ الْمَسْعُودِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ أُحِيلَتْ الصَّلَاةُ ثَلَاثَةَ أَحْوَالٍ وَأُحِيلَ الصِّيَامُ ثَلَاثَةَ أَحْوَالٍ وَسَاقَ نَصْرٌ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ وَاقْتَصَّ ابْنُ الْمُثَنَّى مِنْهُ قِصَّةَ صَلَاتِهِمْ نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ قَطْ قَالَ الْحَالُ الثَّالِثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَصَلَّى يَعْنِي نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثَلَاثَةَ عَشَرَ شَهْرًا فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى هَذِهِ الْآيَةَ { قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ } فَوَجَّهَهُ اللَّهُ تَعَالَى إِلَى الْكَعْبَةِ وَتَمَّ حَدِيثُهُ وَسَمَّى نَصْرٌ صَاحِبَ الرُّؤْيَا قَالَ فَجَاءَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ وَقَالَ فِيهِ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ مَرَّتَيْنِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ مَرَّتَيْنِ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ أَمْهَلَ هُنَيَّةً ثُمَّ قَامَ فَقَالَ مِثْلَهَا إِلَّا أَنَّهُ قَالَ زَادَ بَعْدَ مَا قَالَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَدْ قَامَتْ الصَّلَاةُ قَدْ قَامَتْ الصَّلَاةُ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِّنْهَا بِلَالًا فَأَذَّنَ بِهَا بِلَالٌ و قَالَ فِي الصَّوْمِ قَالَ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَيَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِلَى قَوْلِهِ طَعَامُ مِسْكِينٍ } فَمَنْ شَاءَ أَنْ يَصُومَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَنْ يُفْطِرَ وَيُطْعِمَ كُلَّ يَوْمٍ مِسْكِينًا أَجْزَأَهُ ذَلِكَ وَهَذَا حَوْلٌ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ إِلَى أَيَّامٍ أُخَرَ } فَثَبَتَ الصِّيَامُ عَلَى مَنْ شَهِدَ الشَّهْرَ وَعَلَى الْمُسَافِرِ أَنْ يَقْضِيَ وَثَبَتَ الطَّعَامُ لِلشَّيْخِ الْكَبِيرِ وَالْعَجُوزِ اللَّذَيْنِ لَا يَسْتَطِيعَانِ الصَّوْمَ وَجَاءَ صِرْمَةُ وَقَدْ عَمِلَ يَوْمَهُ وَسَاقَ الْحَدِيثَ

🇮🇩

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsanna dari Abu Dawud Al-Hadits. Dan telah menceritakan kepada kami Nashr bin Al-Muhajir telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari Al-Mas'udi dari Amru bin Murrah dari Ibnu Abi Laila dari Mu'adz bin Jabbal dia berkata; Pelaksanaan shalat telah mengalami perubahan tiga kali, dan demikian pula pelaksanaan puasa, kemudian Nashr melanjutkan Hadits ini secara panjang lebar. Sedangkan Ibnu Al-Mutsanna hanya menyebutkan kisah shalat mereka yang menghadap Baitul Maqdis. Dia berkata; Cara pelaksanaan shalat yang ketiga; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika datang ke Madinah, beliau mengerjakan shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama tiga belas bulan, lalu Allah Ta'ala menurunkan ayat ini (yang artinya), "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya." (Al-Baqarah: 144). Maka Allah Ta'ala memalingkan beliau shallallahu 'alaihi wasallam ke Ka'bah. Sampai di sini hadits riwayat Ibnu Al-Mutsanna. Nashr menyebutkan nama orang yang bermimpi, dia berkata; Maka datang Abdullah bin Zaid, seorang laki laki dari golongan Anshar, dalam haditsnya itu dia berkata; Maka laki laki itu menghadap kiblat seraya mengucapkan; Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Asyhadu an laa ilaaha illallah, Asyhadu an laa ilaaha illallaah, Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah, Hayya 'alas shalaah hayya 'alash shalaah, hayya 'alal falaah hayya 'alal falaah, Allaahu akbar, Allaahu akbar, Laa ilaaha illallaah. Setelah itu dia berhenti sebentar, lalu berdiri mengucapkan kalimat seperti sebelumnya, hanya saja dia menambahkan setelah mengucapkan; Hayya 'alal falaah, dengan ucapan; Qad Qamatis shalaah, qad qamatis shalaah. Mu'adz bin Jabal berkata; Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ajarkanlah (kalimat adzan itu) kepada Bilal". Maka Bilal pun mengumandangkan adzan dengan kalimat kalimat itu. Kemudian Nasr bin Muhajir menyebutkan tentang perubahan-perubahan perintah puasa. Muadz bin Jabal berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa mengerjakan puasa tiga hari setiap bulan, dan pada hari Asyura', kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat (yang artinya): "Telah diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang orang sebelum kamu..., sampai dengan FirmanNya: (yaitu) memberi makan seorang miskin." (Al-Baqarah: 183 184). Karena itu siapa yang hendak berpuasa, silahkan berpuasa, dan siapa yang tidak mau berpuasa dan mau memberi makan seorang miskin setiap harinya, maka telah memadai baginya. Dan inilah salah satu keadaan puasa. Lalu Allah Ta'ala menurunkan ayat (yang artinya): "Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran..., sampai FirmanNya: pada hari hari yang lain." (Al-Baqarah: 185). Maka berlakulah ketetapan hukum puasa itu wajib atas orang yang mendapatkan bulan Ramadhan, sedangkan orang yang sedang musafir, wajib mengqadla'nya. Dan ditetapkan pula hukum kewajiban memberi makan orang miskin bagi orang tua berusia lanjut dan orang yang lemah, yang tidak mampu lagi berpuasa. Dan datang pula Shirmah, sedangkan dia telah bekerja sehari penuh. Selanjutnya dia (Nashr) menyebutkan Hadits itu.

السند • Sanad Perawi

8

Mu'adz bin Jabal bin 'Amru bin Aus

Abu 'Abdur Rahman

Jujur
📌

Kalangan

Tabi'ut Tabi'in kalangan tua

🏛️

Nasab

Al Anshariy Al Khazrajiy

🏡

Negeri Hidup

Syam

📅

Wafat

18 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 10muslim: 7abudaud: 25tirmidzi: 25nasai: 13ibnumajah: 22ahmad: 139malik: 5darimi: 16
💬
Komentar Ulama

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Shahabat

Adz Dzahabi: Shahabat

7

Abdur Rahman bin Abi Lailaa Yasar

Abu 'Isa

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan tua

🏛️

Nasab

Al Anshariy Al Ausiy

🏡

Negeri Hidup

Kufah

📅

Wafat

83 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 38muslim: 32abudaud: 38tirmidzi: 31nasai: 26ibnumajah: 27ahmad: 201malik: 2darimi: 19
💬
Komentar Ulama

Yahya bin Ma'in: Tsiqah

Al 'Ajli: Tsiqah

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah

6

Amru bin Murrah bin 'Abdullah bin Thariq

Abu 'Abdullah

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan biasa

🏛️

Nasab

Al Jamaliy Al Muradiy

🏡

Negeri Hidup

Kufah

📅

Wafat

118 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 51muslim: 37abudaud: 27tirmidzi: 26nasai: 36ibnumajah: 26ahmad: 175darimi: 18
💬
Komentar Ulama

Yahya bin Ma'in: Tsiqah

Abu Hatim: shaduuq tsiqah

Adz Dzahabi: Ahadul A'lam

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah abid

5

Abdur Rahman bin 'Abdullah bin 'Utbah bin 'Abdullah bin Mas'ud

Jujur, Haditsnya Hasan
📌

Kalangan

Tabi'ut Tabi'in kalangan tua

🏛️

Nasab

Al Mas'udiy

🏡

Negeri Hidup

Kufah

📅

Wafat

160 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 1abudaud: 10tirmidzi: 14nasai: 6ibnumajah: 10ahmad: 109darimi: 12
💬
Komentar Ulama

Yahya bin Ma'in: Tsiqah

Ibnu Sa'd: Tsiqah

An Nasa'i: laisa bihi ba`s

Ya'kub bin Syaibah: tsiqah shaduuq

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Shaduuq

4

Yazid bin Harun

Abu Khalid

Sangat Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa

🏛️

Nasab

As Sulamiy

🏡

Negeri Hidup

Hait

📅

Wafat

206 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 33muslim: 67abudaud: 58tirmidzi: 91nasai: 61ibnumajah: 108ahmad: 1370darimi: 200
💬
Komentar Ulama

Yahya bin Ma'in: Tsiqah

Ibnul Madini: Tsiqah

Al 'Ajli: Tsiqah

Abu Hatim: Tsiqah

Ibnu Sa'd: Tsiqah

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Ya'kub bin Syaibah: Tsiqah

Ibnu Qani': tsiqah ma`mun

Ibnu Hajar al 'Asqalani: tsiqah ahli ibadah

Adz Dzahabi: seorang tokoh

3

Nashr bin Al Muhajir

Tertutup/Tidak dikenal
📌

Kalangan

Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan

🏛️

Nasab

Al Mashishiy

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

abudaud: 3
💬
Komentar Ulama

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Maslamah bin Qasim: Tsiqah

Ibnu Hajar al 'Asqalani: tsiqoh hafidz

Adz Dzahabi: Tsiqah

2

Sulaiman bin Daud bin Al Jarud

Abu Daud

Sangat Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa

🏛️

Nasab

Ath Thayyalisiy

🏡

Negeri Hidup

Bashrah

📅

Wafat

204 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 11muslim: 43abudaud: 30tirmidzi: 136nasai: 58ibnumajah: 31ahmad: 204darimi: 10
💬
Komentar Ulama

Ahmad bin Hambal: Tsiqah Shaduuq

Yahya bin Ma'in: Shaduuq

Al 'Ajli: Tsiqah banyak hafalannya

Adz Dzahabi: Alhafidz

1

Muhammad bin Al Mutsannaa bin 'Ubaid

Abu Musa

Sangat Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'ul Atba' kalangan tua

🏛️

Nasab

Al 'Anaziy

🏡

Negeri Hidup

Bashrah

📅

Wafat

252 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 106muslim: 720abudaud: 106tirmidzi: 76nasai: 196ibnumajah: 49ahmad: 8
💬
Komentar Ulama

Yahya bin Ma'in: Tsiqah

Abu Hatim: shalihul hadits

Abu Hatim: Shaduuq

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Maslamah bin Qasim: tsiqah masyhur

Maslamah bin Qasim: Minal huffaad

Adz Dzahabi: Tsiqah

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah Tsabat

Berhasil Disalin!

Teks telah disalin ke clipboard.