← Kembali ke Daftar Kitab

Daftar Hadits

Menampilkan hadits-hadits dalam bab ini.

Hadits No. 18149Lihat Detail →

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَتْنَا ...

Sesungguhnya Fathimah adalah bagian dariku, aku merasa tersakiti atas semua yang menyakitinya dan aku merasa senang dengan apa saja yang membuatnya senang.

Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] bekas budak Bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kam...

Hadits No. 18150Lihat Detail →

حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ أُمِّ بَكْرٍ عَنِ الْمِسْوَرِ ...

Setelah itu, Nabi memercikkan air pada wajahku.

Telah menceritakan kepada kami [Abu Amir] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] dari [Ummu Bakr] dari [Miswar] ia berkata; Seorang Yahu...

Hadits No. 18151Lihat Detail →

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ مَرْوَانَ وَالْمِسْوَرِ بْ...

beliau menuntun Hadyu (hewan kurban) dan memberi tanda padanya serta beliau memulai niat ihram dari tempat itu. kemudian beliau mengutus mata-matanya. Maka Rasulullah pun bertanya hingga...

Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Az Zuhri] dari [Urwah] dari [Marwan] dan [Miswar bin Makhramah] -salah seorand dari keduanya...

Hadits No. 18152Lihat Detail →

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ يَسَارٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ...

kalian tergesa-gesa menimpakan bahaya kepada Muhammad, sungguh Muhammad datang bukan untuk berperang, hanyasanya ia datang dalam rangka mengunjungi baitullah untuk menghormati haknya.Quraisy pun menuduh dengan tuduhan buruk kepada Budail bin Warqa' dan rombongannya ini. Kata Muhammad, alias Ibn ishaq, kata Azzuhri, Tradisi bani Khuza'ah ketika itu, mereka senantiasa membongkar keburukan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, baik mereka yang muslim maupun yang musyrik, mereka tak pernah menyembunyikan sedikitpun berita yang ada pada diri Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam ketika di Makkah. Kata Quraisy, Sekalipun ia datang untuk itu, demi Allah, selama-lamanya mereka tak bisa memasukinya secara paksa, dan jangan sampai bangsa arab berbicara mengenai hal itu! Lantas quraisy mengutus Mikraz bin Hafs bin al-akhyaf salah seorang bani Amir bin Lu'ay. Ketika Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melihatnya, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkomentar Yang ini laki-laki pengkhianat! Ketika Mikraz sampai ke Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menyampaikan kepadanya sebagaimana yang telah beliau konsultasikan kepada para sahabatnya. Lantas Mikraz kembali ke Quraisy dan mengabari mereka segala yang diucapkan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Kata Miswar atau Marwan, Quraisy kemudian mengutus Alhilsa bin 'Alqamah Alkinani yang ketika itu adalah tokoh kabilah yang ikut bersekutu dengan quraisy. Ketika Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melihatnya, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkomentar: Laki-laki ini dari sebuah kaum yang suka menyembah tuhan, tolong persiapkanlah hewan kurban yang bisa dilihatnya. Para sahabat pun mengumpulkan beberapa hewan kurban. Ketika Hilsa bin 'Alqamah melihat hewan kurban susul-menyusul berjalan menghadapnya dari lembah bagian lebarnya dan lengkap dengan kalung-kalungnya, --tradisi arab mengalungi hewan yang akan dijadikan kurban- dan hewan tersebut memakan tali kalungnya karena sekian lama tertahan ditempatnya, Hilsa langsung pulang dan tidak menemui Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sebagai penghormatan atas peristiwa yang dilihatnya sendiri. Dan ia katakan kepada quraisy Wahai segenap quraisy, telah kulihat kejadian yang terlarang dihalang-halangi, yaitu hewan-hewan kurban lengkap dengan kalung-kalungnya, mereka memangsa tali-tali kalungnya karena sekian lama tertahan di tempatnya. Quraisy menjawab Duduk engkau hai Hilsa, kau adalah manusia arab primitife yang tak kenal apa-apa. Quraisy kemudian mengutus 'Urwah bin mas'ud atstsaqafi. 'Urwah kemudian mengatakan Hai segenap quraisy, telah kulihat segala yang kalian temui dari sahabat-sahabat yang kalian utus kepada Muhammad, yang membawa kata-kata menyakitkan dan penghinaan. Kalian telah sama-sama mengerti bahwa kalian adalah orang tua dan aku adalah anak kecil, dan telah kudengar utusan yang mewakili kalian. Maka aku kumpulkan siapapun yang menaatiku dari kaumku, kemudian aku datang hingga aku tolong kalian dengan pribadiku sendiri. Qurays menjawab Engkau benar, engkau tak lagi tersanksikan lagi oleh kami-kami ini. Urwah spontan berangkat hingga menemui Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Ia pun duduk di hadapannya dan berujar Hai Muhammad, telah kau kumpulkan sekian banyak kabilah kemudian kau datangkan mereka kepada keluargamu untuk kau pecah belah. Ketahuilah bahwa quraisy telah berangkat membawa isteri-isteri dan anak-anak mereka, telah mereka pakai kulit-kulit harimau -ungkapan kesombongan bahwa mereka siap mati, menumpahkan darah, dan pantang mundur-mereka ikrarkan janji kepada Allah agar engkau tidak memasukinya secara paksa selama-lamanya. Demi Allah, sungguh seolah-olah aku bersama mereka akan kelihatan olehmu tinggal esok saja! Kata Marwan atau miswar, Abu Bakar ketika itu duduk di belakang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan berujar Hisaplah kemaluan berhala Lattamu, apa mungkin kami kelihatan oleh berhalamu itu! (Perkataan ini Abu bakar ucapkan untuk menghina Urwah bin mas'ud). Urwah bertanya Siapa ini hai Muhammad!Itu Ibnu Abu Quhafah! jawab Rasulullah. Urwah berujar Kalaulah bukan karena budi baikmu kepadaku yang belum sempat saya balas, niscaya kubalas ucapan kotormu, namun cukuplah ucapan kotormu sekarang cukuplah sebagai pembalasan budi baikmu yang belum terbalaskan. Selanjutnya Urwah berusaha ingin menarik jenggot Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam yang ketika itu Mughirah bin Syu'bah berdiri diatas kepala Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dengan berbaju besi yang menutup seluruh tubuhnya. Kata Marwan atau Miswar, Mughirah seketika itu juga memukul tangan 'Urwah bin mas'ud agar jangan sampai menarik jenggot Rasul. Mughirah katakan Heih, tahan tanganmu dari jenggot Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, demi Allah, tanganmu tak bakalan bisa meraih jenggotnya! 'Urwah menjawab Huss, alangkah jahat dan kasarnya engkau! Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pun tersenyum. Urwah bertanya Siapa ini ya Muhammad! Rasul menjawab Ini anak saudaramu,. Mughirah bin Syu'bah. Kata 'Urwah Pengkhianatan apa lagi ini, engkau tidak menghapus kesalahanmu masa lalu selain baru kemaren?! Kemudian Rasulullah sampaikan kepada 'Urwah bin mas'ud sebagaimana yang telah ia konsultasikan terlebih dahulu kepada para sahabatnya. Dan Rasul beritahukan bahwa beliau tidak berambisi berperang. Kata Marwan atau Miswar, kemudian Urwah tinggalkan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, dan ia lihat perlakuan para sahabatnya terhadap beliau. Tidaklah Rasulullah berwudhu, selain para sahabatnya berebutan memperoleh sisa air wudhunya, dan tidaklah Rasulullah meludah selain mereka juga berebutan untuk memperoleh sisa ludahnya. Tidaklah rambut rasululah terjatuh selain mereka mengambilnya. Urwah kontan kembali menemui quraisy dan berujar Wahai segenap quraisy, aku pernah menemui Kisra dalam kerajaannya, dan juga pernah kudatangi Kaisar dan Najasyi dalam dua kerajaannya. Demi Allah, sama sekali belum pernah kulihat raja seorang pun yang seperti Muhammad di kalangan sahabat-shaabatnya. Telah kulihat sebuah kaum yang mereka tidak menyerahkannya kepada apapun selama-lamanya. Maka sekarang keluarkanlah saran dan ide kalian. Kata Marwan atau Miswar, sebelum itu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah mengirim Khirasy bin Umayyah alkhuza'i ke Makkah dan beliau berikan kendaraan untanya yang seringkali dijuluki Tsa'lab. Ketika Khirasy bin Umayyah masuk Makkah, Quraisy membantai untanya dan ingin membantai Khirasy, namun sekutu-sekutu Quraisy mencegahnya hingga Khirasy datangi Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, lantas Rasulullah panggil 'Umar untuk beliau utus ke Makkah. 'Umar menampik seraya mengatakan Wahai Rasulullah, saya khawatir Quraisy akan mencelakai diriku, sementara disana tidak ada seorang pun dari bani Adi yang membelaku, dan semua quraisy tahu permusuhanku terhadapnya dan kekasaranku kepadanya, namun baiklah kutunjukkan kepadamu seseorang yang lebih kuat daripadaku, yaitu Usman bin Affan. Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam panggil Usman bin Affan, dan beliau utus ke Quraisy dengan misi memberitahu mereka bahwa kedatangan Nabi bukan untuk menyalakan perang, hanyasanya tujuannya sekedar mengunjungi baitullah, mengagungkan kehormatannya. Usman terus berangkat hingga beliau datangi Makkah, dan Usman dicegat oleh Abban bin Sa'id bin 'Ash. Usman turun dari untanya. Abban bin Sa'id menaikkan Usman keatas untanya, dan ia dudukkan didepannya sedang ia sendiri membonceng di belakangnya dan melindunginya, hingga 'Usman bisa menyampaikan surat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Usman terus berangkat hingga ia temui Abu Sofyan dan pejabat-pejabat elit quraisy. Ia sampaikan semua misi pengutusannya dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Mereka katakan kepada Usman Kalaulah engkau berkenan, silahkan engkau thawaf di baitullah. Usman hanya menjawab Saya tak akan melakukan thawaf sampai Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melakukan tawaf. Quraisy kemudian menahan Usman di baitullah, namun Rasulullah dan para sahabatnya keburu mendapat issue (alias hanya ghosip) bahwa Usman telah dibunuh. Kata Muhammad, telah menceritakan kepadaku Azzuhri, Quraisy mengutus Suhail bin Amru dan salah seorang bani 'Amir bin Lu'ay seraya mereka pesankan Tolong kalian berdua datangilah Muhammad dan ajaklah untuk berdamai. Dan jangan sampai terjadi dalam perdamaiannya selain ia harus pulang untuk tahun ini, demi Allah, jangan sampai bangsa arab berujar bahwa Rasulullah bisa menemui kita secara paksa selama-lamanya! Suhail kemudian mendatangi Nabi, ketika Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melihatnya, Nabi berkomentar Quraisy rupanya ingin berdamai ketika mengutus si laki-laki ini! Sesampai Suhail di hadapan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, Suhail dan kawannya berbicara, mengajak diskusi yang sedemikian lama dan berlangsung alot hingga terjadi perdamaian diantara keduanya. Setelah terjadi titik kesepakatan dan hanya tinggal penulisan, Umar bin Khattab berlari dan ia datangi Abu bakar seraya berujar Wahai Abu bakar, bukankah dia itu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam? Bukankah kita muslimin? Bukankah mereka musyrikin? Abu bakar hanya menjawab Benar. Kata Umar Lantas karena alasan apa kita memberi kehinaan terhadap agama kita?! Abu bakar menjawab Wahai Umar, jagalah kayu tunggangannya sebagaimana apa adanya, karena saya bersaksi bahwa ia adalah Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Kata Umar Kalau masalah bersaksi, aku juga bersaksi!. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam kemudian datang, lantas Umar menyatakan protesnya sevara vulgar Wahai Rasulullah, bukankah kita muslimin dan mereka musyrikin?Benar Jawab Rasulullah. Lanjut Umar lalu mengapa kita kita berikan kehinaan terhadap agama kita? Nabi hanya menjawab Ingat, saya adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, sekali-kali aku tak bakalan menyelisihi perintah-Nya, dan sekali-kali Allah tak bakalan menelantarkan keadaanku. Kemudian hari Umar katakan, Aku tidak berhenti melakukan puasa dan bersedekah, shalat dan membebaskan budak untuk menebus kesembronoanku terhadap Rasulullah, tepatnya karena ketakutanku terhadap ucapanku yang kuucapkan ketika itu, hingga aku berharap semua itu membawa kebaikan. Kata Miswar atau Marwan, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam lalu memanggil Ali bin Abi Thalib dan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam katakana Coba kamu tulis Bismillaahirrohmaanirrohiim. Suhail memprotes seraya ia katakan Saya tidak tahu kalimat ini, namun ucapkanlah Alloohumma. Rasulullah pun mengucapkan Yah, tulis saja Bismikalloohumma, inilah perjanjian damai yang ditetapkan Rasulullah untuk Suhail bin Amru. Suhail protes lagi seraya mengatakan Kalaulah aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah, niscaya aku tidak akan memerangimu, namun tulis saja Ini perjanjian yang ditetapkan Muhammad bin Abdullah dan Suhail bin Amru untuk menghentikan perang selama sepuluh tahun. Selama sepuluh tahun itu manusia aman dan satu sama lain saling menahan diri. Siapa saja yang menemui Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dari sahabat Suhail dengan tanpa seijin walinya, maka Rasulullah wajib mengembalikan kepada mereka. Sebaliknya siapa saja yang menemui Quraisy dari sahabat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, maka Quraisy tak berkewajiban mengembalikan kepada mereka. Sesama kita (Quraisy dan muslimin) harus melupakan balas dendam yang terjadi masa lalu yang bisa menyulutkan perang, juga tidak ada pencurian, tak ada pengkhianatan. Dalam syarat mereka ketika penulisan dilangsungkan juga disetujui, siapa yang ingin memihak akad Muhammad dan janjinya, maka ia bersama Muhammad, dan barangsiapa memihak akad quraisy dan janji mereka, ia bersama quraisy. Serta merta Bani khuza'ah datang dan berujar Kami memihak akad Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan janjinya. Sedang banu Bakar bergegas datang dan berujar Adapun kami akan memihak akad quraisy dan janji mereka. Dan engkau (Muhammad) tidak berhak memasuki baitullah tahun ini, maka janganlah menemui kami (Quraisy Makkah), adapun tahun depan kami (Quraisy) mengosongkan Mekkah untuk anda (Muhammad) sehingga engkau bisa memasuki Makkah bersama sahabatmu dan tinggal disana selama tiga hari saja, engkau (Muhammad) boleh membawa senjata sebatas senjata pengendara, maksudnya selain pedang itupun harus disarungkan. Ketika Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melangsungkan penulisan, tiba-tiba Abu jandal bin Suhail bin Amru datang dengan terantai besi, ia melarikan diri kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Kata Marwan atau Miswar, sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sebelumnya keluar dengan tidak meragukan kemenangan di pihaknya karena Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam yang memprediksikan. Setelah mereka mempertimbangkan perjanjian, diskusi alot, dan pengendalian diri Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, para sahabat terpukul oleh kejadian besar hingga nyaris mereka binasa karenanya. Itu tepatnya ketika Suhail bin Amru melihat Abu jandal, ia berdiri menghampirinya dan menempeleng wajahnya, kemudian Suhail mengatakan Wahai Muhammad, ikrar kesepakatan telah ditetapkan antara aku dan kamu sebelum orang ini datang. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berujar Engkau benar!. Kontan Suhail bin Amru alkhuzai'i menghampiri Abu Jandal dan menarik dua ujung krah bajunya. Kata Marwan atau Miswar, Abu jandal sontak berteriak lantang selantang-lantangnya Wahai segenap muslimin, adakah kalian akan mengembalikanku ke pemeluk-pemeluk kesyirikan sehingga mereka mencederai agamaku? Kata Marwan atau Miswar, Para sahabat emosinya semakin tak terkendali. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam langsung berujar Wahai Abu jandal, bersabarlah, dan harapkanlah ganjaran, sebab Allah pasti menjadikan jalan keluar dan kelapangan untukmu dan orang-orang yang tertindas bersamamu! Maaf, kami telah mengikrarkan perjanjian dengan quraisy, perjanjian itu telah kami berikan kepadanya, dan juga telah mereka berikan janjinya kepada kita. Sungguh kami tak bakalan mengkhianati mereka. Umar spontan menghampiri Nabi bersama Abu Jandal bin Suhail bin Amru ALkhuza'i, lalu berjalan menuju Suhail dan berujar Bersabarlah engkau wahai Jandal, sebab mereka adalah orang-orang musyrik, darah mereka hanyalah darah anjing! Umar kemudian mendekatkan gagang pedangnya kearah Abu jandal. Kata Umar, itu kulakukan karena aku berharap agar Abu jandal mencabut pedang itu hingga ia tebaskan ke leher ayahnya, Suhail. Kata Miswar, namun rupanya Abu jandal masih berkeinginan mempertahankan hidup ayahnya, ikrar perjanjian pun dilangsungkan. Ketika Ali dan juru tulis Quraisy telah rampung dari penulisan, sedang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam shalat di masjidil haram, dan beliau tetap menempati tempatnya. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam kemudian berdiri dan berujar Hai sahabatku, sembelihlah, cukurlah rambut kalian! Rupanya tak seorang pun sahabatnya menyambut perintahnya. Kemudian beliau ulangi lagi perintahnya dan tak seorang pun sahabtnya melaksanakn perintahnya. Kemudian beliau ulangi lagi perintahnya dan tak seorang pun sahabatnya melaksanakan perintahnya. Akhirnya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam kembali menuju kemahnya dan ia temui Ummu Salamah dan ia utarakan kejengkelannya Wahai Ummu Salamah, mengapa para sahabatku sedemikian memendam kedongkolannya? Ummu Salamah menjawab Wahai Rasulullah, Para sahabatmu telah terhantui kedongkolan sebagaimana kau lihat sendiri. Begini saja, jangan kau bicara sepatah kata pun kepada sahabatmu, hampiri saja unta sembelihanmu dan sembelihlah, dan engkau bercukurlah. Kalaulah kau ikuti saranku, niscaya sahabatmu akan menuruti perintahmu. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam langsung melaksanakan saran Ummu Salamah, beliau tidak bicara sepatah kata pun kepada sahabatnya hingga beliau sembelih untanya, kemudian beliau duduk dan cukur rambutnya. Saran Ummu Salamah memang jitu. Para sahabat langsung meniru tindakan nabi dengan menyembelih dan mencukur. Kata Miswar atau Marwan, hingga ketika beliau tepat ditengah jalan antara Makkah dan Madinah, Surat Alfath diturunkan.

Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin harun] Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ishaq bin Yasar] dari [Az Zuhri Muhammad bin Muslim bin S...

Hadits No. 18153Lihat Detail →

حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ يُحَدِّثُ عَنِ الزُّهْرِ...

Tidak akan dikumpulkan antara putri Nabiyullah dan putri musuh Allah. Maka Ali pun meninggalkannya.

Telah menceritakan kepada kami [Wahb bin Jair] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] ia berkata, saya mendengar [An Nu'man] menceritakan dari [Az Z...

Hadits No. 18154Lihat Detail →

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ...

putri Rasulullah tidak akan berkumpul dengan putri mush Allah pada seorang laki-laki selama-lamanya. (Miswar) Berkata; Maka Ali pun meninggalkan pinangan itu.

Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] telah mengabarkan kepadaku [Ali bin Husain] bahwa ...

Hadits No. 18155Lihat Detail →

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ يَعْنِي ابْنَ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ حَدَّث...

tidak akan berkumpul putri Rasulullah dan putri musuh Allah di tempat yang satu selama-lamanya.

Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] yakni Ibnu Ibrahim, Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Al Walid bin Katsir] telah menceritakan kep...

Hadits No. 18156Lihat Detail →

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ وَزَعَمَ عُرْوَةُ بْنُ ...

Sesungguhnya saudara kalian telah datang dengan bertaubat. Dan saya berpendapat untuk mengembalikan para tawanan wanita dan anak-anak kepada mereka. karena itu, siapa diantara kalian yang merelakan hal itu, maka hendaklah ia melakukannya. Dan siapa di antara kalian yang lebih memilih untuk mengambil bagiannya dari Fai` yang telah diberikan Allah, hendaknya ia juga melakukannya. Kemudian kaum muslimin pun berkata, Kami telah merelakan hal itu kepada Rasulullah . Maka Rasulullah bersabda: Kami tidak tahu, siapa di antara kalian yang merelakannya dan siapa pula yang tidak merelakannya. Karena itu, pulanglah kalian hingga orang-orang 'arif kalian menyerahkan urusan itu kepada kami. Maka kaum muslimin pun berkumpul dan bermusyawarah dengan orang-orang arif mereka. setelah itu, mereka kembali kepada Rasulullah dan mengabarkan kepada beliau bahwa mereka telah merelakan dan mengizinkannya. Inilah yang sampai padaku mengenai tawanan wanita dan anak-anak Hawazin.

Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Akhi bin Syihab] dari [pamannya] ia berkata, [Urwah bin Zubair] telah ber...

Hadits No. 18157Lihat Detail →

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنَا عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَي...

bukan kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian, akan tetapi bila gemerlapnya dunia telah dibukakan untuk kalian, lalu kalian saling berlomba sebagaimana orang-orang sebelum kalian saling berlomba.

Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] Telah menceritakan kepada kami [Urwah bin Zubair] ...

Hadits No. 18158Lihat Detail →

حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ ثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ الْم...

Kamu telah halal, silahkan menikah.

Telah menceritakan kepada kami [Rauh] ia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Hisyam bin Urwah] dari [bapaknya] bahwa [Miswa...

Hadits No. 18159Lihat Detail →

حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ أُسَامَةَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ...

beliau mengizinkannya. Akhirnya, ia pun menikah. Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah Telah menceritakan kepada kami Hisyam dari bapaknya dari Ashim bin Umar dari Miswar bin Makhramah ia berkata; Subai'ah melahirkan. Maka ia pun menyebutkan hadits.

Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Usamah] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dari [bapaknya] dari [Miswar bin Makhramah] bahwa Subai'ah A...

Hadits No. 18160Lihat Detail →

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ ...

dan memerintahkan para sahabatnya untuk melakukannya. Beliau juga menyembelih hewan kurban di Hudaibiyah sebelum mencukur rambut, dan beliau memerintahkan kepada para sahabatnya untuk melakukan hal itu.

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Urwah bin Zubair] dari [Miswar bin Makhramah]...

Hadits No. 18161Lihat Detail →

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَوْفِ بْنِ الْحَارِثِ وَهُ...

Tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari. Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah menceritakan kepadaku 'Auf bin Harits bin Thufail -ia adalah anak dari saudara Aisyah isteri Nabi seibu- bahwa Aisyah telah menceritakan kepadanya. lalu ia menyebutkan hadits.

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Auf bin Harits] -ia adalah anak dari saudar...

Hadits No. 18162Lihat Detail →

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ مَرْوَانَ...

beliau mulai menuntun Hadyu (hewan kurban) dan memberinya tanda serta beliau memulai ihram dari tempat itu. Sekali waktu Sufyan mengatakan; (Beliau melakukan ihram dengan niat) Umrah -sementara Miswar tidak menyebutkannya- kemudian beliau mengutus mata-matanya. Dan Rasulullah terus berjalan hingga..

Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Az Zuhri] dari [Urwah bin Zubair] dari [Marwan] dan [Miswar bin Makhramah] -salah seorang da...

Hadits No. 18163Lihat Detail →

حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَب...

telah menetapkan terkait dengan Mijann (baju besi yang harganya seperempat Dinar). Sedangkan Unta lebih utama dari Mijann.

Telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Laits] yakni Ibnu Sa'dari, dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Irak] ...

Hadits No. 18164Lihat Detail →

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ...

Saya tidak akan mengizinkan mereka, saya tidak akan mengizinkan. Karena anakku adalan bagian dariku, sesuatu yang membahagiakannya kan membahagiakanku, dan sesuatu yang menyakitinya akan menyakitiku juga.

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Laits] yakni Ibnu Sa'dari, ia berkata, telah menceritakan kepadaku [...

Hadits No. 18165Lihat Detail →

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَ...

Maka beliau pun membagikannya kepada para sahabatnya. Makhramah berkata, Wahai Miswar, ayolah kita pergi menemui Rasulullah , karena beliau membagi Aqbiyah (sejenis pakaian luar), akhirnya kami pun berangkat. Kemudian beliau bersabda: Masuk dan panggilallah ia. Maka saya masuk dan memanggilnya. Dan beliau pun keluar dengan membawa sehelai Qaba` (sejenis pakaian luar) seraya bersabda: Saya menyimpan pakaian ini untukmu wahai Makhramah. Makhramah memandangnya, dan beliau pun ridla kemudian langsung menyerahkan kepadanya.

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Laits] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Ubaidullah bin Abu Mulaikah] ...

Hadits No. 18166Lihat Detail →

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ قَالَ الزُّهْرِيُّ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ...

tidaklah Quraisy memintaku suatu prasyarat dengan tujuan untuk mengagungkan kehormatan Allah, selain akan aku penuhi. Rasul kemudian menghardik untanya, qashwa, ia pun melompat dan menggesernya dari Tsanniyah hingga beliau singgah di Hudaibiyah paling jauh, tepatnya pada sebuah sumber air yang airnya mengalir kecil. Disana para sahabat mengambil air sedikit, dan belum lama mereka menciduknya hingga air telah mengering. Rasa kehausan para sahabat kemudian dilaporkan kepada Rasululah Shallallahu'alaihiwasallam. Rasul ambil anak panahnya dari tabungnya, dan beliau suruh para sahabat untuk menancapkan di sumber mata air tersebut. Demi Allah, sumber air tersebut tiada henti memancarkan air hingga para sahabat menyingkir. Kata Marwan, ketika kami sedemikian, Budail bin Warqa' alkhuza'i datang dengan serombongan kaumnya, mereka adalah penduduk Tihamah yang secara kebetulan bisa memberi masukan kepada Rasulullah. Kata Budail Telah kutinggalkan Ka'b bin Lu'ay dan Amir bin Lu'ay telah menyinggahi beberapa sumber mata air Hudaibiyah bersama anak-anak dan wanita, baik yang masih belia maupun dewasa, mereka tengah akan memerangimu dan menghalang-halangimu dari baitullah. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menimpali Kita datang bukan untuk memerangi seseorang, namun untuk berumrah. Qurasiy telah tercabik-cabik oleh perang dan menjadikan mereka dalam bahaya. Kalaulah mereka berkenan, akau beri mereka penangguhan untuk mengikrarkan perdamaian di Hudaibiyah sehingga aku dan orang-orang bebas berinteraksi. Jika aku menang, terserah mereka untuk memasuki agama yang dimasuki orang-orang, kalaulah tidak, mereka bisa telah sedikit bisa istirahat sekalipun mereka enggan. Jika tidak, Demi Dzat yang menguasai nyawaku, sungguh akan kuperangi mereka karena dakwahku ini, hingga piagam perdamaian ini tinggal piagam semata (maksudnya perang), atau Allah memenangkan dakwahnya. --Yahya mengatakan dari Ibnul Mubarak dengan redaksi 'Hingga piagam tinggal piagam, kata Nabi, jika mereka berkenan maka akan kuberi waktu tangguh untuk mengikrarkan perdamaian---. Budail berujar Akan kusampaikan kepada mereka apa yang kau katakan. Budail terus berangkat hingga menemui Quraisy. Kata Budail Aku datangi kalian dari si laki-laki ini (Muhammad) dan aku mendengarnya telah ia katakan sedemikian sedemikian, kalaulah kalian berkenan, kuutarakan kepada kalian. Orang-orang tolol Quraisy mengatakan Kami tak perlu kalian menceritakan ucapannya kepada kami sedikipun.. Namun golongan cendekia Quraisy berujar Silahkan kau utarakan apa yang diucapkannya. Budail mengatakan Telah kudengar Muhammad mengatakan sedemikian sedemikian. Budail ceritakan kepada mereka apa yang diucapkan oleh Nabi . 'Urwah bin Mas'ud atstsaqofi spontan berdiri dan berujar kepada quraisy Hai kaumku, bukankah kalian telah menjadi bapak-bapak? Kata 'Urwah, Bukankah aku masih anak-anak?Ya jawab mereka. Kata 'Urwah apakah kalian masih sanksi kepadaku?Tidak. Jawab mereka. Kata 'Urwah bukankah kalian tahu bahwa aku pernah memobilisasi penduduk Ukaz, dan ketika mereka enggan (menolak), aku datangkan untuk kalian keluargaku dan siapapun yang menaatiku?Itu benar. Jawab mereka. 'Urwah melanjutkan Sungguh laki-laki ini (maksudnya Muhammad) Telah menawarkan tawaran yang baik untuk kalian, maka terimalah tawarannya, dan biarkanlah aku untuk menemuinya.Silahkan engkau temui jawab Quraisy. Urwah pun menemui Rasulullah. Kata Marwan, lantas 'Urwah bin mas'ud mengajak dialog bersama Nabi . Rasul mengutarakan ajakannya sebagaimana telah beliau sampaikan kepada Budail. 'Urwah mengatakan Hai Muhammad, bukankah engkau sadar jika engkau gulingkan kaummu, apa telah engkau dengar seorang dari arab bisa membinasakan keluarganya sebelummu? Dan kalaulah tidak, demi Allah, telah kulihat wajah-wajah dan beberapa kabilah ada sekelompok orang yang ingin lari dan meninggalkanmu! Abu bakar kontan memotong pembiacraan Urwah dengan mengatakan Hisaplah kemaluan berhala Latta, justru kami yang meninggalkan berhala lattamu, dan berlari menjauhinya (Ini Abu bakar ucapkan untuk menghina Urwah bin mas'ud). 'Urwah bertanya Siapa laki-laki ini sebenarnya! -ketika itu Urwah tidak kenal Abu Bakar-- Para sahabat menjawab Itu Abu bakar. 'Urwah bin mas'ud menjawab Kalaulah bukan karena hutang budiku padamu yang belum sempat saya balas, niscaya ucapanmu aku jawab. Urwah bin mas'ud terus mengajak Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berdiskusi. Setiap urwah mengajak beliau dialog, ia menarik jenggot Nabi. Ketika itu Mughirah bin Syu'bah berdiri diatas kepala Nabi sambil menenteng pedang dan topi besi. Setiap kali Urwah ingin menarik jenggot nabi dengan tangannya, Mughirah memukul tangannya dengan pegangan pedang seraya berujar Heih, turunkan tanganmu dari jenggot Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam! Urwah menjulurkan tangannya lagi seraya bertanya Siapa laki-laki ini! Para sahabat menjawab Oh, itu Mughirah bin Syu'bah! Urwah mengatakan Pengkhinatan apa lagi ini, bukankah aku bisa membalas pengkhiatanmu! -Semasa jahiliyah, Mughirah memang pernah mengawani sebuah kaum lantas ia bantai mereka dan ia rampok hartanya, hanya ia kemudian masuk Islam-Lantas Nabi berujar Kalaulah Islam aku terima, sebaliknya harta, aku tak butuh sedikitpun terhadapnya. Kemudian Urwah menatapkan pandangannya kepada Nabi dengan kedua matanya, dan berkata dalam hati, demi Allah, tidaklah rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam meludah selain ludah itu jatuh pada telapak tangan salah seorang sahabatnya dan dipergunakannya untuk mengusap wajah dan kulitnya, dan jika Rasulullah memberi sebuah instruksi, mereka berebutan untuk melaksanakannya, jika beliau berwudhu, nyaris mereka berbunuh-unuhan untuk memperoleh sisa wudhunya. Jika mereka bicara, mereka rendahkan suara mereka di sisinya. Dan tak seorangpun yang menatapkan pandangannya kepada beliau sebagai penghormatan terhadap beliau, lantas Urwah pulang menemui kaumnya dan berujar Hai kaumku, demi Allah, aku pernah menjadi utusan raja-raja, juga pernah menjadi utusan ke Kaisar dan kisra, dan juga Najasyi. Demi Allah, sama sekali belum pernah kulihat seorang raja sebagaimana sahabat Muhammad menghormati Muhmmad Shallallahu'alaihiwasallam. Demi Allah, tidaklah ia berdahak, selain dahaknya terjatuh pada telapak salah seorang diantara mereka, lantas ia pergunakan untuk mengusap wajahnya dan kulitnya. Jika beliau memberi instruksi kepada mereka, segera mereka laksanakan perintahnya, jika beliau berwudhu', nyaris mereka berbunuh-bunuhan untuk mendapatkan sisa wudhunya, jika mereka bicara, mereka rendahkan suara mereka di sisinya, dan mereka tidak menatapkan pandangan kepada beliau dengan tajam sebagai penghormatan kepada beliau, dan beliau telah menawarkan tawaran yang baik, maka terimalah!. Seorang laki-laki dari Bani Kinanah mengatakan; Biarkan saya mendatanginya! Urwah katakan Silahkan kau datangi! Ketika ia melihat dan mendekati nabi dan para sahabatnya, Nabi bersabda Ini si polan yang datang dari sebuah kaum yang menghormati hewan kurban, tolong persiapkanlah hewan kurban untuk oleh-oleh baginya!, kemudian dipersiapkanlah hewan sembelihan untuk oleh-oleh baginya. Para sahabat pun menyambutnya dan mengucapkan selamat datang. Setelah ia melihat perlakukan nabi dan sahabat yang sedemikian rupa, ia katakan Subhanallah, tak sepantasnya orang-orang itu dihalang-halangi dari baitullah. Kata Marwan atau Miswar, Ketika laki-laki bani kinanah itu pulang menemui para sahabtnya, ia sampaikan Telah kulihat hewan sembelihan dikalungi dan dicocok punuknya, aku pandang mereka tak selayaknya dihalang-halangi dari baitullah. Lantas salah seorang dari mereka yang sering dijuluki Mikraz bin hafs mengatakan Tolong berilah aku kesempatan untuk mendatanginya. Mereka jawab Silahkan engkau mendatanginya.! Ketika Mikraz sampai ke tengah-tengah para sahabat, Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berujar Ini Mikraz, ia adalah orang jahat. Mikraz kemudian mengajak bicara Nabi . Ketika ia mengajaknya bicara, tiba-tiba Suhail bin 'Amru datang -- Ma'mar mengatakan, telah mengabariku Ayyub dari dari Ikrimah, ketika Suhail datang, Nabi bersabda Masalah kalian akan sahl (Sahl makna harfiahnya mudah) -Azzuhri mengatakan dalam hadisnya, Suhail bin Amru datang dan berujar Ayo cepat, tulislah antara kami dan kalian sebuah perjanjian. Rasulullah kemudian memanggil sekretarisnya dan berujar Tulislah Bismillahirrohmanirrahim. Suhail protes Aku tidak tahu Arrahman, apa itu? --sedang Ibnul Mubarak mengatakan dengan redaksi, apa itu, namun tulislah bismikalloohumma sebagaimana telah kau tulis-Maka kaum muslimin berujar Kami tak akan menulisnya selain Bismillahirrohmanirrahim. Lantas Nabi berujar Tulis saja bismikalloohumma. Kemudian beliau sbadakan Inilah perjanjian yang ditetapkan oleh Muhammad Rasulullah. Suhail menyampaikan protesnya lagi seraya ia katakan Kalaulah aku tahu bahwa engkau Rasulullah, niscaya kami tak menghalangimu dari baitullah dan tak pula memerangimu, namun tulislah Muhammad bin Abdullah. Lantas Nabi berujar Demi Allah, aku adalah Rasulullah, kalaulah kalian mendustaiku, tulislah Muhammad bin Abdullah. Kata Azzuhri, itulah maksud sabda nabi Tidaklah mereka memintaku sebuah tawaran dengan maksud mereka mengagungkan kehormatan Allah, selain mereka kukabulkan. Lantas Nabi berujar Tolong jangan kalian halang-halangi antara kami dan baitullah sehingga kami bisa melakukan thawaf. Suhail kemudian mengatakan 'Jangan sampai orang arab berbincang-bincang bahwa kami ditekan secara paksa, engkau boleh thawaf namun tahun depan! Lantas sekretaris nabi menulisnya. Suhail kemudian katakan Juga dengan syarat siapa saja sahabat kami yang datang kepadamu, sekalipun ia telah memeluk agamamu, selain engkau harus menyerahkannya kepada kami. Kaum muslimin menjawab Subhanallah, bagaimana ia diserahkan kepada orang-orang musyrik, padahal ia telah datang sebagai muslim. Ketika berlangsung diskusi alot seperti ini, tiba-tiba Abu jandal bin Suhail bin Amru datang degan tubuhnya yang masih ditali. Sedang Yahya dari Ibnu Mubarak mengatakan dengan redaksi 'Terantai dengan tali temali ikatannya', ia melarikan diri dari bawah Makkah hingga ia campakkan dirinya ditengah-tengah kaum muslimin. Spontan Suhail mengatakan Hai Muhammad, inilah kesepakatan pertama yang kulakukan antara aku dan engkau, engkau harus mengembalikannya kepadaku. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengatakan Kami belum memutuskan perjanjian sekarang ini juga. Suhail mengatakan Kalau begitu sikapmu, aku tidak akan mengajakmu berdamai untuk suatu apapun selama-lamanya! Lantas Nabi katakan Bolehlah, berikanlah akad perjanjian itu untukku sekarang juga. Suhail katakan 'Apakah harus kulakukan sekarang!. Nabi menjawab Silahkan, lakukanlah!Saya tak akan melakukannya. Kata Suhail. Kali ini Mikraz menjawab Baik, kami sekarang memberikan ikrar perjanjian itu padamu!. Lantas Abu Jandal mengatakan 'Wahai segenap muslimin, apakah aku dikembalikan kepada orang-orang musyrik sedang aku datang sebagai muslim? Tidakkah kalian lihat penderitaan yang kutemui? Saat itu Abu Jandal mengalamai penyiksaan sedemikian rupa di jalan Allah yang tak terlukiskan. Kata Umar, hingga kudatangi Nabi dan kukatakan Bukankah engkau ini nabiyullah?Iya, aku nabi Allah. Jawab Nabi. Aku (Umar) katakan Bukankah kita dalam kebenaran sedang musuh kita dalam kebatilan?Benar jawab Rasulullah. Aku (Umar) katakan Lantas mengapakah kita mau terima direndahkan dan dihina dalam agama kita?. Spontan Rasulullah menjawab Aku ini seorang utusan Allah dan tak bakalan aku membangkangnya, Dia adalah pembelaku. Aku (Umar) berujar Bukankah engkau telah berkata kepada kami bahwa kita akan mengunjungi baitullah dan thawaf disana?Benar Jawab Nabi. Nabi terus bertanya Namun apakah aku menyatakan kepadamu bahwa kita mendatangi baitullah harus tahun ini?Tidak Jawabku (Umar). Nabi berujar Sungguh engkau pasti mendatanginya dan melakukan thawaf disana. Maka aku datangi Abu Bakar Radhiyallahu'anhu dan kutanyakan Wahai Abu Bakar, bukankah ini nabiyullah sejati? Ia menjawab Benar. Saya katakan Bukankah kita diatas kebenaran sedang musuh kita berada dalam kebathilan?. Abu Bakar menjawab Benar. Saya (Umar) katakan Lantas mengapakah kita memberikan penghinaan kepada agama kita? Kontan ia menjawab Heih, dia itu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, tak bakalan ia membangkang Tuhannya 'azza wajalla sebab Dialah penolongnya, maka tahanlah emosimu! --Sedang Yahya bin Sa'id mengatakan dengan redaksi (Nabi bersabda) Sungguh engkau pasti mendatanginya dan melakukan thawaf disana dengan kendaraan untamu. Dan Abu Bakar katakan Engkau akan thawaf dengan rombongan untamu hingga engkau meninggal, demi Allah sungguh ia diatas kebenaran. Saya (Umar) Berkata bukankah ia telah berujar kepada kita bahwa kita akan mendatangi baitullah dan thawaf disana? Abu bakar berujar Namun apakah beliau berkata kepadamu bahwa beliau akan mendatangi harus tahun ini? Saya jawab Tidak. Abu Bakar katakana Sungguh engkau pasti mendatanginya dan kau lakukan thawaf disana. Kata Azzuhri, kata Umar, maka kulakukan amalan yang banyak untuk menebus kesombronoanku kepada beliau. Kata Marwan atau Miswar, setelah deklarasi perjanjian ditulis, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengatakan kepada para sahabatnya Bangun kalian, dan sembelihlah, kemudian cukurlah kepala kalian. Kata Miswar atau Marwan, demi Allah, tak seorang pun dari para sahabatnya mau bangun hingga Rasulullah mengulangi perintahnya sebanyak tiga kali. Ketika tak ada satu pun diantara mereka yang mau bangun, beliau temui Ummu Salamah dan beliau utarakan kejengkelannya terhadap para sahabatnya. Ummu Salamah menyarankan Ya Rasulullah, apakah kamu ingin jika perintahmu betul-betul akan terlaksana! Silahkan engkau keluar, jangan kau berbicara sepatah kata pun kepada sahabatmu hingga engkau sembelih untamu dan kau panggil tukang cukurmu sehingga mencukurmu. Beliau pun beranjak dan keluar, beliau tidak berbicara kepada satu pun dari sahabatnya hingga beliau bereskan saran-saran Ummu Salamah. Beliau sembelih unta sembelihannya, beliau panggil tukang cukurnya. Setelah para sahbaat melakukan tindakan nabi, kontan mereka berdiri dan menyembelih untanya dan satu sama lain saling mencukur hingga nyaris satu sama lain berbunuh-bunuhan karena jengkel agar dirinya lebih didahulukan dicukur dan untanya disembelih. Kemudian beberapa wanita mukminat datang dan Allah menurunkan ayat Hai orang-orang yang berfirman, jika datang kepada kalian wanita-wanita mukminat yang berhijrah -hingga ayat-dan janganlah kalian pertahankan mereka yang masih terikat dengan ikatan kekafiran. (QS. Almumtahanah ayat 10), seketika itu pula Umar menceraikan dua isterinya yang masih syirik, satunya kemudian diperistri Mu'awiyah bin Abu Sofyan dan satunya oleh Shafwan bin Umayyah. Rasulullah kemudian pulang ke Madinah dan didatangi Abu bashir, seorang laki-laki dari Quraisy yang sudah menjadi muslim. Yahya mengatakan dari Ibnul Mubarak dengan redaksi, kemudian beliau didatangi oleh Abu bashir bin Usaid Atstsaqafi yang menyatakan keIslamannya dan berhijrah. Akhnas bin Syariq kemudian mengupah seorang kafir dari bani Amir bin Lu'ay dan budaknya sekaligus ia sertakan surat untuk Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam yang isinya meminta beliau untuk menepati janji. Quraisy lantas mengutus dua orang untuk memburu Abu bashir dan mereka katakan kepada Rasulullah Penuhilah janji yang telah engkau ikrarkan kepada kami. Rasulullah pun menyerahkan Abu bashir kepada keduanya. Kedua laki-laki Quraisy itupun membawa Abu bashir, hingga setelah keduanya sampai di Dzul Hulaifah, mereka singgah dan makan kurma. Lantas Abu Bashir katakan kepada salah satu keduanya Sungguh kulihat pedangmu itu bagus sekali. Kawannya kemudian mencabutnya dan berujar Engkau benar, demi Allah, sungguh pedangnya sangat baik sekali, aku telah mencobanya dan berkali-kali mencobanya. Abu bashir terus katakan Tolong perlihatkan kepadaku, agar aku bisa melihat. Ia pun memberikannya kepada Abu bashir. Seketika itu pula Abu bashir memenggalnya hingga pedang itu tak mempan lagi. Laki-laki kedua melarikan diri hingga tiba di Madinah, masuk masjid dan berjalan tidak sewajarnya. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam terus berujar Rupanya orang ini ketakutan sekali! Setelah orang itu menemui nabi ia berujar Demi Allah, sahabatku telah terbunuh, dan aku mungkin akan dibunuh juga! Abu bashir kemudian datang dan berujar Wahai nabiyullah, demi Allah, Allah telah menuntaskan janjimu, engkau telah mengembalikanku kepada mereka kemudian Allah menyelamatkanku dari mereka! Nabi Shallallahu'alaihiwasallam kemudian berujar Celaka, ini sama artinya penyulut perang, sekiranya ia punya kawan. Setelah Abu bashir mendengar ucapan nabi, ia sadar bahwa Nabi pasti akan mengembalikannya kepada quraisy. Abu bashir pun melarikan diri secara sukarela hingga tepi pantai. Kata Marwan atau Miswar, Abu jandal bin Suhail juga melarikan diri hingga bertemu dengan Abu bashir. Akhirnya, tak seorang pun dari kabilah Quraisy yang masuk Islam, selain ia bergabung dengan Abu Bashir dan Abu Jandal hingga dari mereka terbentuk semacam Komunitas muslim tepi pantai. Demi Allah, tidaklah komunitas ini mendengar rombongan dagang Quraisy pergi ke Syam, selain mereka mencegatnya dan membantainya dan merampok hartanya. Secara terpaksa akhirnya Quraisy menulis surat kepada nabi , bersumpah kepada beliau atas nama Allah dan rahim (kekerabatan), selain itu beliau agar mengutus utusan kepada Abu bashir dan kawan-kawannya agar datang ke Madinah, dengan maksud untuk tidak lagi mencegat quraisy. Alhasil, siapa saja yang mendatangi beliau, dijamin keamanannya. Nabi pun menyetujui dan beliau kirim utusan kepada Abu Bashir dan kawan-kawan agar datang ke Madinah. Maka Allah menurunkan ayat Dialah yang menahan tangan mereka dari kalian dan menahan tangan kalian dari mereka -hingga ayat Kesombongan jahiliyah. (QS. Alfath 24-26). Artinya kesombongan mereka adalah tidak mengakui bahwa Muhammad adalah nabiyullah fan tidak mengakui Bismillahirrohmnirrahim, serta menghalangi nabi dan baitullah. Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id Alqotton] katanya, Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mubarak] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Azzuhri] dari [Urwah] dari [Miswar bin makhramah] dan [Marwan bin alhakam] katanya, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berangkat semasa Hudaibiyah bersama kurang lebih seratus tujuh belas hingga seratus dua puluh sahabatnya, lalu ia sebutkan hadis. Kata Imam Ahmad, dari sini perkataannya bertemu dengan perkataan [Azzuhri] dari [Qasim bin Muhammad], katanya, Abu bashir mengatakan kepada 'Amiri yang membawa pedang Kulihat pedangmu bagus sekali hai saudara Bani Amir!. 'Amiri menjawab Tentu. Kata Abu bashir Tolong perlihatkan padaku agar aku bisa melihatnya!. 'Amiri lantas memberikannya, Abu Bashir kontan mencabut dari sarung pedangnya dan menyabetkan ke arah tubuh al'Amiri hingga membunuhnya. Sedang budaknya melarikan diri menuju Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam --begitu perawi beranggapan-yang saat itu tengah berada di masjid. Kerikil-kerikil sampai berbunyi karena sedemikian cepatnya laki-laki itu menghampiri Rasulullah. (masjid ketika itu tidak disemen, lantainya berupa pasir). Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam kontan berkomentar Kulihat laki-laki ini rupanya ketakutan. Lantas Qasim menyebutkan seperti hadis Abdurrazaq, katanya, ketika Quraisy melihat kejadian Abu bashir dan kawan-kaannya, beberapa orang diantara mereka berkendara untuk menemui Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan berujar Ikrar perjanjianmu sama sekali tak mendatangkan faedah, justru kamilah yang dibunuh, harta kami dirampok, dan sekarang kami memintamu agar orang-orang kami yang telah masuk Islam agar engkau masukkan dalam perdamaianmu, dan kau larang atau kau cegah mereka dari memerangi kami! Rasul Shallallahu'alaihiwasallam pun melakukannya, dan akhirnya Allah Azza menurunkan ayat Dialah yang menahan tangan mereka dari kalian dan menahan tangan kalian dari mereka -hingga ayat Kesombongan jahiliyah. (QS. Alfath 24-26).

Telah menceritakan kepada kami ['Abdurrazaq] dari [Ma'mar], [Azzuhri] mengatakan, telah mengabarkan kepadaku [Urwah bin Zubair] dari [Miswar bin Makhr...

Hadits No. 18167Lihat Detail →

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ الْمَكِّيُّ حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّث...

Sesungguhnya Fathimah adalah bagian dariku, aku merasa tersakiti atas semua yang menyakitinya dan aku merasa senang dengan apa saja yang membuatnya senang.

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abbad Al Makki] Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] bekas budak Bani Hasyim, Telah menceritakan k...