← Kembali ke Daftar Kitab

Daftar Hadits

Menampilkan hadits-hadits dalam bab ini.

Hadits No. 21460Lihat Detail →

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِ...

Allah mengutus seorang rasul dari kalangan kami, kami mengenal nasab, kejujuran dan keamanahannya. Ia menyerukan kami kepada Allah Subhanahuwata'ala untuk kami esakan, kami sembah dan kami lepaskan apa pun yang kami dan nenek moyang kami sembah selain Allah seperti batu dan berhala, ia memerintahkan kami agar berbicara dengan jujur, menunaikan amanah, menyambung tali sillaturrahim, bersikap baik terhadap tetangga, menjaga diri dari keharaman, memerintahkan kami agar berdoa dan melarang kami dari perbuatan-perbuatan keji, berkata dusta, memakan harta anak yatim, menuduh wanita bersuami berzina, memerintahkan kami untuk menyembah Allah semata, tidak menyekutukannya dengan apa pun, memerintahkan kami agar menunaikan shalat, zakat dan berpuasa. Ia menyebarkan ajaran-ajaran islam, kami mempercayai dan mengimaninya, kami mengikuti ajaran yang ia bawa, kami menyembah Allah semata dan tidak menyekutukanNya dengan apa pun, kami mengharamkan yang diharamkan pada kami dan menghalalkan yang dihalalkan bagi kami lalu kaum kami memusuhi kami, mereka menyiksa dan menimpakan ujian pada kami karena masalah agama kami agar mereka mengembalikan kami menyembah berhala lagi selain Allah, menghalalkan kekejian-kekejian yang dulu pernah kami lakukan. Saat mereka memaksa kami, menzhalimi kami dan memecah kami, mereka menghalangi kami untuk menjalankan agama kami akhirnya kami pergi ke negerimu, kami lebih memilihmu atas selainmu, kami ingin bertetangga denganmu dan kami harap engkau tidak mendzalimi kami wahai raja. Berkata Ummu Salamah; An-Najasy berkata padanya; Mungkin kalian bisa membacakan yang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam terima dari Allah? Ja'far menjawab; Ya. An-Najasy berkata; Bacalah. Kemudian Ja'far membaca permulaan surat Maryam lalu An-Najasy menangis, demi Allah, sampai membasahi jenggotnya, dan uskup-uskupnya pun menangis hingga membasahi kitab suci-kitab suci mereka saat mendengar yang dibacakan Ja'far kepada mereka. Kemudian An-Najasy berkomentar; Sesungguhnya ini demi yang dibawa Musa, berasal dari lentera yang sama. Demi Allah, aku tidak bakalan menyerahkan mereka kepada kalian dan tidak akan berbuat yang tidak-tidak untuk mereka. Berkata Ummu Salamah; Saat keduanya keluar meninggalkan An-Najasy, berkata 'Amer bin Al 'Ash; 'Demi Allah, aku akan mendatanginya lagi besok, dan akan kucela mereka didekatnya, kemudian mereka akan aku habisi hingga ke akar-akarnya. Berkata Ummu Salamah; 'Abdullah bin Abu Robi'ah, orang yang paling menahan diri diantara dua orang itu bagi kami berkata padanya; 'Jangan kau lakukan karena mereka memiliki kerabat meski mereka berselisih dengan kami.' 'Amru bin 'Ash mengatakan ; 'Demi Allah, akan kuberitahu mereka bahwa mereka menilai 'Isa putra Maryam adalah seorang hamba.' Berkata Ummu Salamah; Kemudian 'Amer pergi di keesokan harinya lalu berkata kepada An-Najasy; Wahai raja! Sesungguhnya mereka mengemukakan komentar yang lancang tentang 'Isa putra Maryam. Utuslah seseorang untuk menemui mereka dan tanyakan kepada mereka bagaimana pendapat mereka tentang 'Isa. Berkata Ummu Salamah; An-Najasy mengirim utusan untuk menanyakan pandangan mereka tentang 'Isa. Kaum muslimin berkumpul lalu sebagaian dari mereka berkata kepada yang lain; Apa yang akan kalian katakan tentang 'Isa bila raja bertanya pada kalian. Mereka berkata; Demi Allah, akan kami katakan seperti yang difirmankan Allah Subhanahuwata'ala tentangnya dan yang dibawa oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal itu bagaimana pun juga. Saat kaum muslimin mendatangi An-Najasy, ia bertanya pada mereka; Bagaimana pandangan kalian tentang 'Isa putra Maryam? Ja'far bin Abu Thalib Radliyallahu'anhu menjawab; Pendapat kami seperti yang disampaikan Nabi kami, dia adalah hamba dan rasul Allah, ruh dan kalimatNya yang disematkan kepada Maryam, perawan suci. Berkata Ummu Salamah; An-Najasy memukulkan tangannya ke tanah lalu mengambil sebilah kayu dan berkata; Selain 'Isa putra Maryam, bagaimana pendapatmu tentang kayu ini?. Para petinggi kerajaan lantas berbincang-bincang tentang suatu hal yang tak bisa dimengerti. Lantas raja berkata; Kendatipun kalian wahai petinggi kerajaanku masih berbincang-bincang, pergilah kalian dengan aman wahai muslimin di tanahku, siapa pun yang menawan kalian dia harus mengganti jaminan, siapa pun yang menawan kalian harus mengganti jaminan, siapa pun yang menawan kalian harus mengganti jaminan. Aku tidak mau memiliki segunung emas sementara aku menyakiti salah seorang dari kalian. Kembalikan hadiah mereka berdua, kami tidak memerlukannya. Demi Allah, Allah tidak mengambil suap dariku saat mengembalikan kerajaanku kepadaku lalu bagaimana mungkin aku mengambilnya? Dan tidaklah mungkin manusia yang Allah jadikan taat kepadaku, lalu aku langsung taat begitu saja kepada mereka. Berkata Ummu Salamah; Keduanya pergi meninggalkannya dengan menanggung malu dan tertolak tujuannya. Kami tinggal dinegerinya dengan baik dan bersama tetangga yang baik. Demi Allah, kami terus seperti itu hingga ada yang menentangnya dalam kekuasaannya. Demi Allah, kami tidak mengetahui kesedihan yang lebih besar dari kesedihan yang menimpa kami saat itu karena kami khawatir muncul raja baru yang tidak mengenal hak kami seperti yang dikenali oleh An-Najasy. Berkata Ummu Salamah; An-Najasy berjalan dan diantara keduanya ada lembah sungai Nil. Kemudian para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata; Siapa yang mau pergi untuk menghadiri peristiwa yang terjadi lalu datang membawa khabar untuk kami. Berkata Ummu Salamah; Berkata Az-Zubair bin Al 'Awwam Radliyallahu'anhu; Aku. Dan ia yang paling muda diantara kami. Mereka meniup geriba untuknya lalu diletakkan didada lalu berenang hingga ke tepi sungai Nil tempat bertemunya kaum. Ia Az-Zubair pergi hingga mendatangi mereka dan kami berdoa kepada Allah Subhanahuwata'ala untuk An-Najasy agar mengalahkan musuhnya, kembali berkuasa diatas negerinya dan urusan rakyat Habasyah menguat. Kami tinggal ditempat terbaik disisinya hingga kami mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam saat beliau di Mekah.

Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Muhammad bin Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Mu...