حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ قَالَ حَدَّثَنَا ...
Kamu cukup menggunakan debu. Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam melanjutkan perjalanan hingga akhirnya orang-orang mengadu kepada beliau bahwa mereka kehausan. Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam meminta seseorang yang bernama Abu Raja' -namun 'Auf lupa- dan 'Ali seraya memerintahkan keduanya: Pergilah kalian berdua dan carilah air. Maka keduanya berangkat hingga berjumpa dengan seorang wanita yang membawa kantung-kantung berisi air dengan untanya. Maka keduanya bertanya kepadanya, Dimana ada air? Wanita itu menjawab, Terakhir aku lihat air di (daerah) ini adalah waktu sekarang ini. dan perjalanan kami ini juga dalam rangka mencari air. Lalu keduanya berkata, Kalau begitu pergilah. Wanita itu bertanya, Kalian mau kemana? Keduanya menjawab, Menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam. Wanita itu bertanya, Kepada orang yang dianggap telah keluar dari agama (Shabi'i)? Keduanya menjawab, Ya dialah yang kamu maksud. Kemudian kedua sahabat Nabi itu pergi bersama wanita tersebut menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam. Keduanya kemudian menceritakan peritiwa yang baru saja dialami. Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam lalu bersabda: Turunkanlah dia dari untanya. Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam meminta bejana air, beliau lalu menuangkan di mulut kantung-kantung air (milik wanita itu), beliau lepas ikatan kantung-kantung air tersebut seraya berseru kepada orang banyak: Ambillah air dan minumlah sesuka kalian! Maka orang-orang memberi minum (tunggangan mereka) dan meminum sesuka mereka. Dan akhir, beliau memberi seember air kepada orang yang tadi terkena janabah. Beliau lalu berkata kepadanya: Pergi dan mandilah. Dans ambil berdiri wanita tersebut mengamati apa yang diperbuat terhadap air kepunyaannya. Demi Allah, kejadian tadi telah membuatnya terperanjat dan juga kami, kami saksikan airnya bertambah banyak dibanding saat yang pertama. Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam lalu bersabda: Berkumpulkan (makanan) untuknya. Maka orang-orang pun mengumpulkan makanan berupa kurma, tepung, sawiq (campuran antara susu dengan tepung) untuk wanita tersebut. makanan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kain, mereka menaikkan wanita tersebut di atas kendaraan dan meletakkan makanan tersebut di depannya. Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam berkata kepada wanita tersebut: Kamu mengetahui bahwa kami tidak mengurangi sedikitpun air milikmu, tetapi Allah yang telah memberi minum kepada kami. Wanita tersebut kemudian pulang menemui keluarganya, mereka lalu bertanya, Wahai fulanah, apa yang membuat kamu terlambat? Wanita tersebut menjawab, Suatu keajaiban! Aku bertemu dengan dua orang laki-laki yang kemudian membawaku bertemu dengan seorang yang disebut Shabi'I, lalu laki-laki itu berbuat begini begini. Demi Allah, dialah orang yang paling menakjubkan (membuat kejadian luar biasa) di antara yang ada ini dan ini. Wanita tersebut berkata sambil memberi isyarat dengan mengangkat jari tengah dan telunjuknya ke arah langit, atau antara langit dan bumi. Maksudnya bersaksi bahwa dia adalah Utusan Allah yang haq. Sejak saat itu Kaum Muslimin selalu melindungi wanita tersebut dari Kaum Musyrikin dan tidaklah Kaum Muslimin merusak rumah atau kediaman wanita tersebut. Pada suatu hari wanita itu berkata kepada kaumnya, Aku tidak memandang bahwa kaum tersebut membiarkan kalian dengan sengaja. Apakah kalian mau masuk Islam? Maka kaumnya mentaatinya dan masuk ke dalam Islam. Abu 'Abdullah berkata, Yang dimaksud dengan Shabi'i adalah keluar dari suatu agama kepada agama lain. Sedangkan Abu' 'Aliyah berkata, Ash-Shabi'un adalah kelompok dari Ahlul Kitab yang membaca Kitab Zabur.
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Auf] berkat...