← Kembali ke Daftar Kitab

Daftar Hadits

Menampilkan hadits-hadits dalam bab ini.

Hadits No. 1267Lihat Detail →

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي سَا...

bersaksi bahwa aku ini utusan Allah?. Maka Ibnu Shayyad memandang Beliau lalu berkata,: Aku bersaksi bahwa kamu utusan kaum ummiyyin (kaum yang tidak kenal baca tulis) . Kemudian Ibnu Shayyad berkata, kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: Apakah kamu juga bersaksi bahwa aku ini utusan Allah?. Maka Beliau menolaknya dan berkata, Aku beriman kepada Allah dan kepada Rasul-rasulNya. Kemudian Beliau berkata,: Apa yang kamu pandang sebagai alasan (sehingga mengaku sebagai Rasul). Berkata, Ibnu Shayyad: Karena telah datang kepadaku orang yang jujur dan pendusta. Maka Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: Urusanmu jadi kacau. Kemudian Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata, kepadanya: Sesungguhnya aku menyembunyikan (sesuatu dalam hatiku) coba kamu tebak?. Ibnu Shayyad berkata,: Itu adalah asap. Beliau berkata,: Hinalah kamu, dan kamu tidak bakalan melebihi kemampuanmu selaku seorang dukun. Lalu 'Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu'anhu berkata,: Wahai Rasulullah, biarkanlah aku memenggal leher orang ini!. Maka Beliau berkata,: Jika dia benar, kamu tidak akan berkuasa atasnya dan bila dia benar maka tidak ada kebaikan buatmu dengan membunuhnya. Berkata, Salim; Aku mendengar Ibnu 'Umar Radhiyallahu'anhu maa: Setelah itu Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan Ubay bin Ka'ab pergi menuju satu pohon kurma tempat Ibnu Shayyad sebelumnya berada disitu dengan harapan Beliau dapat mendengar sesuatu dari Ibnu Shayyad sebelum dia melihat Beliau. Maka Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melihat Ibnu Shayyad sedang tertidur dibalik baju tebalnya dengan mendengkur ringan. Dalam keadaan itu ibu dari Ibnu Shayyad melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sedang duduk di bawah pohon kurma, maka ibunya berkata, kepada Ibnu Shayyad: Wahai Shaf, (ini nama dari Ibnu Shayyad), Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam. Maka Ibnu Shayyad kembali pada keadaannya semula (berbaring). Kemudian Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata,: Seandainya ibunya biarkan, pasti jelaslah persoalannya (dajjal atau bukan) . Dan berkata, Syu'aib di dalam haditsnya

Telah menceritakan kepada kami ['Abdan] telah mengabarkan kepada kami ['Abdullah] dari [Yunus] dari [Az Zuhri] berkata, telah mengabarkan kepada saya ...

Hadits No. 1268Lihat Detail →

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ وَهْوَ ابْنُ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ ...

Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan anak itu dari neraka.

Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dia adalah Ibnu Zaid dari [Tsabit] dari [Anas radliallahu '...

Hadits No. 1269Lihat Detail →

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ قَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي ...

Aku dan ibuku adalah termasuk orang-orang lemah, aku dari golongan anak-anak dan ibuku dari golongan wanita.

Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin 'Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] berkata; ['Ubaidullah bin Abu Yazid] berkata; Aku mendenga...

Hadits No. 1270Lihat Detail →

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ يُصَلَّى عَلَى كُلِّ مَوْلُودٍ ...

Setiap anak yang wafat wajib dishalatkan sekalipun anak hasil zina karena dia dilahirkan dalam keadaan fithrah Islam, jika kedua orangnya mengaku beragama Islam atau hanya bapaknya yang mengaku beragama Islam meskipun ibunya tidak beragama Islam selama anak itu ketika dilahirkan mengeluarkan suara (menangis) dan tidak dishalatkan bila ketika dilahirkan anak itu tidak sempat mengeluarkan suara (menangis) karena dianggap keguguran sebelum sempurna, berdasarkan perkataan Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu yang menceritakan bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: Tidak ada seorang anakpun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fithrah. Maka kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?. Kemudian Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu berkata, (mengutip firman Allah QS Ar-Ruum: 30 yang artinya: ('Sebagai fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu).

Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] berkata, [Ibnu Syihab]: "Setiap anak yang wafat wajib dishalatka...

Hadits No. 1271Lihat Detail →

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي أَ...

Tidak ada seorang anak pun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fithrah. Maka kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya. Kemudian Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu berkata, (mengutip firman Allah subhanahu wata'ala QS Ar-Ruum: 30 yang artinya: ('Sebagai fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus).

Telah menceritakan kepada kami ['Abdan] telah mengabarkan kepada kami ['Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhriy] telah mengaba...