← Kembali ke Daftar Kitab

Daftar Hadits

Menampilkan hadits-hadits dalam bab ini.

Hadits No. 42Lihat Detail →

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ أَبَانَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدٍ ال...

memberkahi panggangan roti dan periuk. Jabir berkata: Lalu kami mengambil roti dari panggangan dan daging dari periuk, lalu kami aduk dan kami sendokkan untuk mereka. Kemudian Nabi berkata Hendaklah masing-masing tujuh atau delapan orang duduk berkumpul pada satu piring, Ketika mereka sudah memakannya, kami buka lagi tutup panggangan dan periuk ternyata keduanya masih dalam keadaan penuh seperti semula. Dan keadaan tersebut berlangsung terus-menerus berlangsung sampai seluruh kaum muslimin kenyang dan makanan tersisa tinggal sebagian. Maka berkatalah Rasulullah kepada kami: Sesungguhnya orang-orang telah kenyang semua, kini makanlah kamu dan keluargamu! Maka pada hari itu kami makan dengan roti dan daging tersebut berkali-kali. Jabir berkata; Saya diberitahu bahwa jumlah para sahabat yang makan di rumah jabir sekitar delapan ratus orang atau tiga ratus orang. Aiman berkata: saya tidak tahu mana yang benar dari diantara jumlah tersebut.

Telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Umar bin Abaan] telah menceritakan kepada kami [Abdur Rahman bin Muhammad Al Muharibi] dari [Abdul Wahid b...

Hadits No. 43Lihat Detail →

أَخْبَرَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ هُوَ ابْنُ عَمْرٍو عَنْ عَبْدِ الْم...

Berikan kepada sepuluh orang. Perawi berkata; maka makanan itu diberikan kepada mereka. Lalu beliau berkata: Makanlah dengan menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala. Lalu mereka makan sampai kenyang, kemudian mereka bangkit sehingga beliau dapat melakukan hal itu terhadap delapan puluh orang. Perawi berkata; Rasulullah makan bersama pemilik rumah dan masih menyisakan semangkuk besar.

Telah mengabarkan kepada kami [Zakaria bin 'Adi] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah Ibnu 'Amr] dari [Abdul Malik bin Umair] dari [Abdur Rahman...

Hadits No. 44Lihat Detail →

أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبَانُ هُوَ الْعَطَّارُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَن...

ia memasak satu periuk untuk Nabi . Lalu beliau berkata kepadanya: Berikan saya sampilnya dan kesukaan beliau adalah daging bagian sampil. Ia pun memberi baginda nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bagian tulang hasta (sampil). Kemudian beliau berkata: Tolong berikan saya daging tulang hasta maka ia memberi beliau daging tulang hasta. lalu beliau berkata lagi: Berikan saya daging tulang belakang, maka saya berkata; Wahai Nabi Allah Subhanahu wa Ta'ala (memang) berapa tulang hasta yang dimiliki seekor kambing? beliau menjawab: Demi Dzat yang diriku berada dalam genggaman tangan-Nya, jika kamu diam niscaya kamu dapat menyediakan daging tulang hasta sebagaimana yang saya minta.

Telah mengabarkan kepada kami [Muslim bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Abaan Al 'Athar] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Sya...

Hadits No. 45Lihat Detail →

أَخْبَرَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ نُبَيْحٍ الْعَنَزِي...

Sebutlah nama Allah Subhanahu wa Ta'ala (Bismillah) dan makanlah. maka mereka makan sampai mereka kenyang dan tersisa daging yang banyak (dari hidangan tersebut). Perawi (Jabir) berkata; Demi Allah Subhanahu wa Ta'ala, sesungguhnya majelis bani Salamah mempunyai penilaian terhadap diri mereka sendiri bahwa nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam lebih mereka cintai daripada mata mereka sendiri yang teramat sangat dekat dengan mereka, karena mereka sangat khawatir kalaulah mereka menyakitinya. Kemudian beliau bangkit berdiri dan begitu juga para sahabatnya, lalu mereka keluar dengan melewati beliau, dan beliau berujar Biarkan saya serahkan kelapangan dada saya (urusan saya) pada malaikat. Perawi (Jabir) berkata; Lalu saya mengantar kepulangan mereka sampai di papan dekat pintu, maka isteri saya menampakkan dirinya sedikit yang sebelumnya tertutup tabir dan berkata; Wahai Rasulullah , doakanlah untuk diri saya dan juga suami saya. Beliau menjawab; Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan shalawat-Nya atas dirimu dan suamimu. Lalu beliau berkata: Tolong panggilkan saya si fulan (ditujukan kepada orang yang menghutangi yang mendesak saya untuk segera melunasinya) . Lalu beliau berkata: Tangguhkan untuk Jabir Radliyallahu'anhu sebagian hutang yang engkau hutangkan kepada ayahnya hingga musim panen mendatang. Dia berkata: Saya tidak bisa melakukannya ya Rasulullah! Beliau berkata: Atau anda kurangi dia berkata: Harta ini adalah milik orang yatim ya Rasulullah. lalu Rasul berkata: Mana Jabir? Jabir berkata: Aku ya Rasulullah Lalu Rasul berkata: Timbanglah untuknya kurma 'ajuwa (satu jenis kurma yang tumbuh di 'Aliyah Madinah) karena Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti akan mencukupinya, kemudian Rasulullah mengangkat kepalanya ke atas dan ternyata matahari telah tergelincir maka beliau berkata: Mari kita shalat ya Abu Bakar Radliyallahu'anhu, Jabir Radliyallahu'anhu berkata: Mereka pun semuanya pergi ke masjid lalu saya berkata kepada penghutang: Dekatkanlah bejanamu. Lalu kutimbangkan untuknya kurma 'ajuwa. Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mencukupkannya dan masih menyisakan kurma untuk kami sebagian. Jabir Radliyallahu'anhu berkata: Maka aku bergegas menemui Rasulullah di masjidnya ini, seakan-akan saya orang yang hina, lalu saya dapati Rasulullah selesai shalat, kemudian saya berkata kepada Rasulullah ; Sesungguhnya saya sudah menakar kurmanya dan Allah Subhanahu wa Ta'ala mencukupinya, dan tersisa untuk kami segini dan segini. Kemudian Rasulullah bertanya: Dimana Umar bin Khaththab Radliyallahu'anhu? Perawi (Jabir) berkata; Umar datang sambil berlari kecil, maka beliau memerintahkan kepadanya, Tolong tanyakan Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhu tentang orang yang menghutangi (ayahnya) dan juga kurma miliknya. Umar menjawab; Saya tidak perlu menanyakannya dan saya merasa yakin bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti akan memberikan kecukupan kepadanya, yaitu tatkala engkau memberitahukan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan kecukupan padanya. Kemudian diulangi lagi pertanyaan itu kepadanya, maka Umar Radliyallahu'anhu mengulangi jawaban itu tiga kali, semua itu diucapkannya dengan kata; Saya tidak perlu menanyakannya. Rasulullah tidak mengulangi lagi pertanyaannya setelah ketiga kalinya, maka beliau bertanya: Bagaimana keadaan orang yang menghutangi kamu dan juga kurmamu? Perawi berkata; Maka saya menjawab; Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan kecukupan kepadanya dan telah menyisakan kurma sebanyak begini dan begini. Kemudian saya pulang kepada isteriku dan berkata; Bukankah saya telah melarang kamu untuk berbicara dengan Rasulullah di rumah saya? ia menjawab; Apakah kamu mengira bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mendatangkan Rasul-Nya di rumah saya ini, lalu pergi tanpa saya memohon kepada beliau untuk bershalawat (mendoakan kesejahteraan) atas diri saya dan suami??.

Telah mengabarkan kepada kami [Abu An Nu'man] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Al Aswad] dari [Nubaih Al 'Anazi] dari [Jabir bin Abd...