الحديث رقم 1280

العتق والولاء

موقوف • Mauquf

Kitab

Memerdekakn budak dan wala"

العتق والولاء

Bab

Warisan perwalian

ميراث الولاء

Matan Arab

حَدَّثَنِي مَالِك عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ الْعَاصِيَ بْنَ هِشَامٍ هَلَكَ وَتَرَكَ بَنِينَ لَهُ ثَلَاثَةً اثْنَانِ لِأُمٍّ وَرَجُلٌ لِعَلَّةٍ فَهَلَكَ أَحَدُ اللَّذَيْنِ لِأُمٍّ وَتَرَكَ مَالًا وَمَوَالِيَ فَوَرِثَهُ أَخُوهُ لِأَبِيهِ وَأُمِّهِ مَالَهُ وَوَلَاءَهُ مَوَالِيهِ ثُمَّ هَلَكَ الَّذِي وَرِثَ الْمَالَ وَوَلَاءَ الْمَوَالِي وَتَرَكَ ابْنَهُ وَأَخَاهُ لِأَبِيهِ فَقَالَ ابْنُهُ قَدْ أَحْرَزْتُ مَا كَانَ أَبِي أَحْرَزَ مِنْ الْمَالِ وَوَلَاءِ الْمَوَالِي وَقَالَ أَخُوهُ لَيْسَ كَذَلِكَ إِنَّمَا أَحْرَزْتَ الْمَالَ وَأَمَّا وَلَاءُ الْمَوَالِي فَلَا أَرَأَيْتَ لَوْ هَلَكَ أَخِي الْيَوْمَ أَلَسْتُ أَرِثُهُ أَنَا فَاخْتَصَمَا إِلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ فَقَضَى لِأَخِيهِ بِوَلَاءِ الْمَوَالِي

🇮🇩

Terjemahan

Telah menceritakan kepadaku Malik dari Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin 'Amru bin Hazm dari Abdul Malik bin Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam dari Bapaknya bahwa ia mengabarkan kepadanya, bahwa Al 'Ashi bin Hisyam wafat dan meninggalkan tiga orang anak, dua anak seibu dan seorang anak tiri. Kemudian salah satu dari dua saudara seibu tersebut wafat dengan meninggalkan harta dan beberapa budak. Lalu saudara sebapak dan seibu mewarisi harta dan perwalian budak-budaknya. Kemudian orang yang mewarisi harta dan perwalian budak-budak tersebut wafat dengan meninggalkan seorang anak dan saudaranya sebapak. Sang anak lalu berkata, "Saya memperoleh harta dan perwalian budak-budak yang ditinggalkan oleh bapakku." Dan saudaranya seayah berkata, "Bukan begitu, kamu hanya berhak mendapatkan harta, adapun perwalian budak-budak tersebut bukan menjadi hakmu. Tidakkah kamu tahu, jika saudaraku wafat hari ini maka akulah yang akan mewarisinya?" keduanya lalu menghadap kepada Utsman mencari putusan hukum, Utsman lalu memutuskan bahwa hak perwalian budak tersebut diberikan kepada saudaranya."

السند • Sanad Perawi

4

Utsman bin 'Affan bin Abi Al 'Ash bin Umayyah

Abu 'Amru

Sahabat
📌

Kalangan

Shahabat

🏛️

Nasab

Al Qurasyiy Al Umawiy

🏡

Negeri Hidup

Madinah

📅

Wafat

35 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 25muslim: 31abudaud: 15tirmidzi: 19nasai: 27ibnumajah: 23ahmad: 150malik: 41darimi: 23
💬
Komentar Ulama

Shahabat

3

Abu Bakar bin 'Abdur Rahman Al Harits bin Hisyam bin Al Mughirah

Abu Bakar

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan pertengahan

🏛️

Nasab

Al Makhzumiy Al Qurasyiy

🏡

Negeri Hidup

Madinah

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 17muslim: 14abudaud: 13tirmidzi: 7nasai: 12ibnumajah: 8ahmad: 62malik: 15darimi: 8
💬
Komentar Ulama

Al 'Ajli: Tsiqah

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah Ahli Fikih Ahli Ibadah

Adz Dzahabi: salah Satu Ahli fikih yg tujuh

2

Abdul Malik bin Abi Bakar bin 'Abdur Rahman bin Al Harits bin Hisyam

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan biasa

🏛️

Nasab

Al makhzumiy

🏡

Negeri Hidup

Madinah

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 1muslim: 6abudaud: 3tirmidzi: 1nasai: 2ibnumajah: 3ahmad: 17malik: 3darimi: 2
💬
Komentar Ulama

An Nasa'i: Tsiqah

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Al 'Ajli: mentsiqahkannya

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah

Adz Dzahabi: Tsiqah

1

Abdullah bin Abi Bakar bin Muhammad bin 'Amru bin Hazm

Abu Muhammad

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan biasa

🏛️

Nasab

Al Anshariy

🏡

Negeri Hidup

Madinah

📅

Wafat

135 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 25muslim: 21abudaud: 21tirmidzi: 14nasai: 27ibnumajah: 12ahmad: 55malik: 46darimi: 12
💬
Komentar Ulama

Yahya bin Ma'in: Tsiqah

Abu Hatim: Tsiqah

An Nasa'i: tsiqah tsabat

Ibnu Sa'd: Tsiqah

Al 'Ajli: Tsiqah

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Ibnu Abdil Barr: "tsiqah,faqih"

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah

Adz Dzahabi: Hujjah

Berhasil Disalin!

Teks telah disalin ke clipboard.

Hadits Malik No. 1280 | Hadis Nabi