✦

الحديث رقم 248

✦

النداء للصلاة

مرفوع • Marfu'

Kitab

Adzan

النداء للصلاة

Bab

Perintah Witir

الأمر بالوتر

✍

Matan Arab

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ أَنَّ رَجُلًا مِنْ بَنِي كِنَانَةَ يُدْعَى الْمُخْدَجِيَّ سَمِعَ رَجُلًا بِالشَّامِ يُكَنَّى أَبَا مُحَمَّدٍ يَقُولُ إِنَّ الْوِتْرَ وَاجِبٌ فَقَالَ الْمُخْدَجِيُّ فَرُحْتُ إِلَى عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ فَاعْتَرَضْتُ لَهُ وَهُوَ رَائِحٌ إِلَى الْمَسْجِدِ فَأَخْبَرْتُهُ بِالَّذِي قَالَ أَبُو مُحَمَّدٍ فَقَالَ عُبَادَةُ كَذَبَ أَبُو مُحَمَّدٍ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى الْعِبَادِ فَمَنْ جَاءَ بِهِنَّ لَمْ يُضَيِّعْ مِنْهُنَّ شَيْئًا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ كَانَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ وَإِنْ شَاءَ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ

🇮🇩

Terjemahan

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari Ibnu Muhairiz, bahwa ada seorang laki-laki Bani Kinanah yang bernama Al-Mukhdaji, mendengar seorang laki-laki yang diberi julukan Abu Muhammad berkata di wilayah Syam, "Witir itu wajib." Al-Mukhdaji berkata; "Aku kemudian menemui Ubadah bin Shamit, aku mencegatnya saat ia berangkat ke masjid. Aku lalu kabarkan kepadanya dengan apa yang dikatakan oleh Abu Muhammad. Ubadah pun berkata, "Abu Muhammad telah berdusta. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lima shalat Allah Azza Wa Jalla telah mewajibkannya kepada-Nya. Barangsiapa melaksanakan dan tidak meninggalkan satupun darinya karena meremehkan kewajiban, niscaya baginya janji Allah untuk memasukkannya ke surga. Barangsiapa tidak melakukannya, niscaya dia tidak mendapatkan janji Allah (untuk memasukkannya ke surga) . Jika berkehendak Allah akan menyiksanya, dan jika berkehendak maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga."

Sanad Perawi

5

Ubadah bin Ash Shamit bin Qais

Abu Al Wlid

Sahabat
📌

Kalangan

Shahabat

🏛️

Nasab

Al Anshariy

🏡

Negeri Hidup

Madinah

📅

Wafat

34 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 20muslim: 18abudaud: 16tirmidzi: 18nasai: 26ibnumajah: 28ahmad: 123malik: 3darimi: 17
💬
Komentar Ulama

• Ibnu Hajar al 'Asqalani: Shahabat

• Adz Dzahabi: Shahabat

4

Al Mukhdajiy

Tertutup/Tidak dikenal
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan biasa

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

abudaud: 1ahmad: 3malik: 1
💬
Komentar Ulama

• Adz Dzahabi: tidak dikenal

3

Abdullah bin Muhairiz bin Janadah

Abu Muhairiz

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan pertengahan

🏛️

Nasab

Al Jamhiy Al Makkiy

🏡

Negeri Hidup

Syam

📅

Wafat

99 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 6muslim: 4abudaud: 6tirmidzi: 2nasai: 5ibnumajah: 6ahmad: 20malik: 2darimi: 7
💬
Komentar Ulama

• Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

• An Nasa'i: Tsiqah

• Ibnu Hajar: tsiqah ahli ibadah

2

Muhammad bin Yahya bin Hibban

Abu 'Abdullah

Sangat Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'ul Atba' kalangan tua

🏛️

Nasab

Al Anshariy Al Maziniy

🏡

Negeri Hidup

Madinah

📅

Wafat

121 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 10muslim: 13abudaud: 13tirmidzi: 5nasai: 23ibnumajah: 11ahmad: 51malik: 15darimi: 12
💬
Komentar Ulama

• Yahya bin Ma'in: Tsiqah

• Abu Hatim: Tsiqah

• An Nasa'i: Tsiqah

• Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

• Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah

• Adz Dzahabi: Tsiqah

1

Yahya bin Sa'id bin Qais

Abu Sa'id

Sangat Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan biasa

🏛️

Nasab

Al Anshariy An Najjariy

🏡

Negeri Hidup

Madinah

📅

Wafat

144 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 125muslim: 76abudaud: 49tirmidzi: 39nasai: 149ibnumajah: 43ahmad: 181malik: 218darimi: 53
💬
Komentar Ulama

• Ibnu Sa'd: Tsiqah

• Ahmad bin Hambal: paling tsabat

• Abu Hatim: Tsiqah

• An Nasa'i: tsiqah ma`mun

• Abu Zur'ah: Tsiqah

• Yahya bin Ma'in: Tsiqah

• Al 'Ajli: Tsiqah

• Ibnu Hajar al 'Asqalani: tsiqah tsabat

• Adz Dzahabi: imam

Berhasil Disalin!

Teks telah disalin ke clipboard.

Hadits Malik No. 248 | Hadis Nabi