الحديث رقم 4967

التوبة

مرفوع • Marfu'

Kitab

Tabuat

التوبة

Bab

Diterimanya taubat orang yang membunuh banyak manusia

قبول توبة القاتل وإن كثر قتله

Matan Arab

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ لِابْنِ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ فَأَتَاهُ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ فَقَالَ لَا فَقَتَلَهُ فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ فَقَالَ نَعَمْ وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللَّهَ فَاعْبُدْ اللَّهَ مَعَهُمْ وَلَا تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ فَانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلَائِكَةُ الْعَذَابِ فَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلًا بِقَلْبِهِ إِلَى اللَّهِ وَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الْعَذَابِ إِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ فِي صُورَةِ آدَمِيٍّ فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ فَقَالَ قِيسُوا مَا بَيْنَ الْأَرْضَيْنِ فَإِلَى أَيَّتِهِمَا كَانَ أَدْنَى فَهُوَ لَهُ فَقَاسُوهُ فَوَجَدُوهُ أَدْنَى إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي أَرَادَ فَقَبَضَتْهُ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ قَالَ قَتَادَةُ فَقَالَ الْحَسَنُ ذُكِرَ لَنَا أَنَّهُ لَمَّا أَتَاهُ الْمَوْتُ نَأَى بِصَدْرِهِ

🇮🇩

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar -dan lafadh ini miliki Ibnul Mutsanna- mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam telah menceritakan kepadaku bapakku dari Qatadah dari Abu Ash Shiddiq dari Abu Sa'id Al Khudri bahwasanya Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Pada jaman dahulu ada seorang laki-laki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Kemudian orang tersebut mencari orang alim yang banyak ilmunya. Lalu ditunjukan kepada seorang rahib dan ia pun langsung mendatanginya. Kepada rahib tersebut ia berterus terang bahwasanya ia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang dan apakah taubatnya itu akan diterima? Ternyata rahib itu malahan menjawab; 'Tidak. Taubatmu tidak akan diterima.' Akhirnya laki-laki itu langsung membunuh sang rahib hingga genaplah kini seratus orang yang telah dibunuhnya. Kemudian laki-laki itu mencari orang lain lagi yang paling banyak ilmunya. Lalu ditunjukan kepadanya seorang alim yang mempunyai ilmu yang banyak. Kepada orang alim tersebut, laki-laki itu berkata; 'Saya telah membunuh seratus orang dan apakah taubat saya akan diterima? ' Orang alim itu menjawab; 'Ya. Tidak ada penghalang antara taubatmu dan dirimu. Pergilah ke daerah ini dan itu, karena di sana banyak orang yang beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Setelah itu, beribadahlah kamu kepada Allah bersama mereka dan janganlah kamu kembali ke daerahmu, karena daerahmu itu termasuk lingkungan yang buruk.' Maka berangkatlah laki-laki itu ke daerah yang telah ditunjukan tersebut. Di tengah perjalanan menuju ke sana laki-laki itu meninggal dunia. Lalu malaikat Rahmat dan Azab saling berbantahan. Malaikat Rahmat berkata; 'Orang laki-laki ini telah berniat pergi ke suatu wilayah untuk bertaubat dan beribadah kepada Allah dengan sepenuh hati.' Malaikat Azab membantah; 'Tetapi, bukankah ia belum berbuat baik sama sekali.' Akhirnya datanglah seorang malaikat yang berwujud manusia menemui kedua malaikat yang sedang berbantahan itu. Maka keduanya meminta keputusan kepada malaikat yang berwujud manusia dengan cara yang terbaik. Orang tersebut berkata; 'Ukurlah jarak yang terdekat dengan orang yang meninggal dunia ini dari tempat berangkatnya hingga ke tempat tujuannya. Mana yang terdekat, maka itulah keputusannya.' Ternyata dari hasil pengukuran mereka itu terbukti bahwa orang laki-laki tersebut meninggal dunia lebih dekat ke tempat tujuannya. Dengan demikian orang tersebut berada dalam genggaman malaikat Rahmat.' Qatadah berkata; 'Al Hasan berkata; 'Seseorang telah berkata pada kami bahwasanya laki-laki itu meninggal dunia dalam kondisi jatuh terlungkup.'

السند • Sanad Perawi

7

Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid

Abu Sa'id

Sahabat
📌

Kalangan

Shahabat

🏛️

Nasab

Al Khudriy Al Anshariy

🏡

Negeri Hidup

Madinah

📅

Wafat

74 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 196muslim: 208abudaud: 128tirmidzi: 154nasai: 143ibnumajah: 158ahmad: 986malik: 24darimi: 69
💬
Komentar Ulama

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Shahabat

6

Bakar bin 'Amru

Abu Ash Shiddiq

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan pertengahan

🏡

Negeri Hidup

Bashrah

📅

Wafat

108 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 2muslim: 4abudaud: 4tirmidzi: 4nasai: 1ibnumajah: 5ahmad: 34darimi: 2
💬
Komentar Ulama

An Nasa'i: Tsiqah

Abu Zur'ah: Tsiqah

Yahya bin Ma'in: Tsiqah

Ibnu Hajar: Tsiqah

Adz Dzahabi: tsiqah

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'Ats Tsiqat'

5

Qatadah bin Da'amah bin Qatadah

Abu Al Khaththab

Sangat Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan biasa

🏛️

Nasab

As Sadusiy

🏡

Negeri Hidup

Bashrah

📅

Wafat

117 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 273muslim: 247abudaud: 217tirmidzi: 210nasai: 282ibnumajah: 154ahmad: 1532darimi: 127
💬
Komentar Ulama

Yahya bin Ma'in: Tsiqah

Muhammad bin Sa'd: tsiqah ma`mun

Ibnu Hajar al 'Asqalani: tsiqah tsabat

Adz Dzahabi: Hafizh

4

Hisyam bin Abi 'Abdullah Sanbar

Abu Bakar

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'in kalangan pertengahan

🏛️

Nasab

Ad Dastuwa'i Ar Rib'i

🏡

Negeri Hidup

Bashrah

📅

Wafat

154 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 82muslim: 112abudaud: 69tirmidzi: 49nasai: 100ibnumajah: 31ahmad: 362darimi: 57
💬
Komentar Ulama

Al 'Ajli: Tsiqah

Ibnu Sa'd: tsiqah tsabat

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Ibnu Hajar al 'Asqalani: tsiqah tsabat

Adz Dzahabi: Hafizh

3

Mu'adz bin Hisyam bin Abi 'Abdullah

Abu 'Abdullah

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'ul Atba' kalangan tua

🏛️

Nasab

Ad Dustuwa'iy

🏡

Negeri Hidup

Bashrah

📅

Wafat

200 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 11muslim: 75abudaud: 20tirmidzi: 25nasai: 39ibnumajah: 6ahmad: 40darimi: 7
💬
Komentar Ulama

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Ibnu Hajar al 'Asqalani: shaduuq tapi punya keragu-raguan

Yahya bin Ma'in: Shaduuq

2

Muhammad bin Basysyar bin 'Utsman

Abu Bakar

Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'ul Atba' kalangan tua

🏛️

Nasab

Al 'Abdiy

🏡

Negeri Hidup

Bashrah

📅

Wafat

252 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 192muslim: 380abudaud: 75tirmidzi: 442nasai: 189ibnumajah: 232ahmad: 6darimi: 6
💬
Komentar Ulama

Abu Hatim: Shaduuq

An Nasa'i: Shalih

An Nasa'i: la ba`sa bih

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah

Adz Dzahabi: Hafizh

1

Muhammad bin Al Mutsannaa bin 'Ubaid

Abu Musa

Sangat Terpercaya
📌

Kalangan

Tabi'ul Atba' kalangan tua

🏛️

Nasab

Al 'Anaziy

🏡

Negeri Hidup

Bashrah

📅

Wafat

252 H

📚 Riwayat dalam Kitab Hadits

bukhari: 106muslim: 720abudaud: 106tirmidzi: 76nasai: 196ibnumajah: 49ahmad: 8
💬
Komentar Ulama

Yahya bin Ma'in: Tsiqah

Abu Hatim: shalihul hadits

Abu Hatim: Shaduuq

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Maslamah bin Qasim: tsiqah masyhur

Maslamah bin Qasim: Minal huffaad

Adz Dzahabi: Tsiqah

Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah Tsabat

Berhasil Disalin!

Teks telah disalin ke clipboard.