حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ عَنْ فُضَيْلِ بْنِ غَزْوَا...
Sungguh Allah kagum dengan cara kamu berdua melayani tamu kalian tadi malam'.
Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb], Telah menceritakan kepada kami [Jarir bin Abdul Hamid] dari [Fudhail bin Ghazawan] dari [Abu Hazim Al A...
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ فُضَيْلِ بْنِ غَزْوَانَ ...
Seorang laki-laki Anshar kedatangan tamu dan bermalam di rumahnya. Padahal dia tidak mempunyai makanan selain makanan anak-anaknya. Maka dia berkata kepada isterinya; 'Tidurkan anak-anak dan padamkan lampu. Sesudah itu suguhkan kepada tamu kita apa adanya.' Kata Abu Hurairah; 'Karena peristiwa itu maka turunlah ayat: 'Dan mereka lebih mementingkan tamu dari diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam keadaan kesusahan……………' (Al Hasyr 59: 9).' Dan telah menceritakannya kepada kami Abu Kuraib, Telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail dari bapaknya dari Ibnu Hazim dari Abu Hurairah dia berkata; Seorang laki-laki datang ke rumah Rasulullah hendak bertamu, namun beliau tidak memiliki sesuatupun untuk menjamunya. Kemudian beliau bersabda kepada para sahabatnya: 'Siapa bersedia menjamu tamu malam ini niscaya dia diberi rahmat oleh Allah Ta'ala.' Maka berdirilah seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Thalhah seraya berkata; 'Aku, ya Rasulullah! ' kemudian dibawalah orang itu ke rumahnya. Kemudian dia menyebutkan Hadits yang serupa dengan Hadits Ibnu Jarir. Dan di dalamnya disebutkan mengenai turunnya ayat sebagaimana disebutkan oleh Waki'.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib Muhammad bin Al 'Allaa'i], Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Fudhail bin Ghazawan] dari [Abu Haz...
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ بْنُ سَوَّارٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَان...
Perahlah susu kambing itu untuk kita minum bersama! Al Miqdad berkata; Lalu kami memerah susu kambing itu dan setiap orang dari kami pun meminum jatahnya masing-masing. Setelah itu, kami menyimpan susu jatah Rasulullah . Kata Al Miqdad; Sebagian malam telah berlalu, kemudian Rasulullah mengucapkan salam yang tidak sampai membangunkan orang tidur, tetapi dapat didengar oleh orang yang terjaga. Al Miqdad berkata; Rasulullah datang ke masjid lalu beliau melaksanakan shalat. Setelah itu, beliau mendekati minumannya untuk diminum. Pada malam itu, ketika saya telah meminum jatah minuman saya, tiba-tiba saya tergoda oleh bisikan syetan yang selalu terngiang di telinga saya; Muhammad mendatangi orang-orang Anshar dan mereka pun menjamunya. Setelah itu, ia (Muhammad) mendapat jamuan di tengah mereka, hingga ia (Muhammad) tidak membutuhkan minumannya yang tersisa. Lalu saya dekati minuman beliau yang tersisa itu dan langsung saya meminumnya. Setelah minuman Rasulullah itu masuk ke dalam perut saya, dan tentunya tidak mungkin bagi saya untuk mengeluarkannya kembali, maka syetan membisikkan rasa penyesalan ke dalam hati saya; Hai celaka sekali kamu ini, seru syetan. Apa yang telah kamu lakukan? Mengapa kamu meminum habis minuman Muhammad itu? Bagaimana nanti, apabila Muhammad datang dan ia tidak mendapatkan lagi minumannya, hingga akhirnya ia mendo'akan kecelakaan bagimu dan kamu akan celaka di dunia dan akhirat? kebetulan pada saat itu saya tengah mengenakan jubah, yang apabila saya tutupkan sampai kedua telapak kaki saya pasti akan nampak kepala saya. Sebaliknya, apabila saya tutupkan kepala saya, maka kedua telapak kaki saya pasti akan nampak. Oleh karena itu, saya tidak dapat tidur dengan tenang. Sementara kedua teman saya, sepertinya mereka berdua dapat tidur dengan nyenyak karena mereka tidak berbuat seperti apa yang telah saya perbuat. Al Miqdad berkata; Tak lama kemudian Rasulullah datang dan memberi salam seperti biasanya. Setelah itu, beliau pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat. Usai melaksanakan shalat, beliau pun langsung menghampiri minumannya untuk diminumnya. Tetapi, beliau mendapatkan minuman yang ada di dalam gelas itu telah habis. Akhirnya, beliau menengadahkan wajahnya ke langit. Batin saya mengatakan; Mungkin Rasulullah sekarang akan mendo'akan kecelakaan untuk saya, selaku orang yang telah menghabiskan minumannya itu. Tetapi, ternyata beliau malah berdo'a: Ya Allah, berilah makan orang yang telah memberiku makan dan berilah minum orang yang telah memberiku minum. Al Miqdad berkata; Akhirnya saya singsingkan jubah saya, lalu saya ambil pisau, dan saya pergi menuju kandang kambing saya. Saya pilih kambing yang paling gemuk untuk saya sembelih sebagai makanan bagi Rasulullah . Ketika saya sembelih, ternyata kambing-kambing itu mengandung susu yang sangat banyak, hingga saya segera meminjam wadah kepada keluarga Rasulullah, yang sebelumnya mereka jarang sekali mempergunakan wadah tersebut untuk memerah kambing. Akhirnya saya perah susu kambing itu hingga memenuhi wadah-wadah tersebut. Setelah itu, saya pun menghampiri Rasulullah . Lalu beliau berkata: Apakah kalian telah meminum minuman kalian tadi malam? Saya berkata; Ya Rasulullah, silahkan Anda mencicipi susu kambing ini! Kemudian beliau pun meminumnya dengan senang. Setelah itu beliau minta minum lagi. Lalu saya mempersilahkan beliau untuk meminum susu tersebut. Maka beliau pun meminumnya dan setelah itu beliau masih minta lagi. Setelah saya tahu Rasulullah telah merasa lega dan saya telah dapat memenuhi permintaannya, maka saya pun merasa senang hingga saya terjatuh ke tanah. Rasulullah bertanya; Hai Miqdad, apakah ada salah satu perbuatanmu yang buruk? Saya menjawab; Ya, sebenarnya tadi malam saya begini dan begitu, hingga akhirnya saya telah melakukan ini dan itu. Maka Rasulullah bersabda: Sebenarnya hal itu merupakan rahmat dari Allah. Sayangnya, mengapa kamu tidak memberitahu kepadaku hingga kita dapat membangunkan kedua teman kita dan turut serta pula minum bersama kita? Al Miqdad berkata; Demi Dzat yang telah mengutus engkau, aku tidak peduli jika engkau telah mencicipi air susu ini bersama saya, kemudian ingin bersama para sahabat lainnya lagi. Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, telah mengabarkan kepada kami An Nadhr bin Syumail telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Al Mughirah dengan sanad yang serupa.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah]; Telah menceritakan kepada kami [Syababah bin Sawwar]; Telah menceritakan kepada kami [Sulai...
و حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ وَحَامِدُ بْنُ عُمَرَ الْبَكْرَاوِيُّ وَمُ...
Apakah salah seorang di antara kalian ada yang memiliki makanan? Ternyata ada seorang sahabat yang membawa satu sha' makanan atau kurang lebih satu sha'. Lalu dibuatlah adonan. Tak lama kemudian, ada seorang musyrik yang tinggi, kurus, dan berambut kusut sambil mengiring kambing. Maka Rasulullah bertanya kepadanya: 'Apakah kambing ini dijual atau dihadiahkan? ' Orang musyrik itu menjawab; 'Kambing ini dijual.' Akhirnya Rasulullah membeli kambing tersebut darinya, lalu disembelih dan beliau memerintahkan agar hati kambing itu dipanggang. Abdurrahman berkata; 'Demi Allah, setiap sahabat yang berjumlah seratus tiga puluh itu mendapat jatah dari kambing panggang Rasulullah . Jika kebetulan orangnya hadir, maka Rasulullah menyimpan jatahnya. Abdurrahman berkata; 'Rasulullah membagi daging kambing tersebut menjadi dua periuk dan kami semua memakannya hingga kenyang. Lebih dari itu, kami pun tidak sanggup untuk menghabiskannya. Lalu sisanya dalam dua periuk itu kami angkut dengan unta. Atau kira-kira seperti itulah yang dia ceritakan.'
Dan telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Mu'adz Al 'Anbari] dan [Hamid bin Al Bakrawi] dan [Muhammad bin 'Abdul A'la] seluruhnya dari [Al M...
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ وَحَامِدُ بْنُ عُمَرَ الْبَكْرَاوِيُّ وَمُحَ...
Barang siapa memiliki makanan untuk dua orang, maka makanlah dengan tiga orang. Barang siapa yang memiliki makanan untuk empat orang, maka makanlah oleh lima atau enam orang. Atau kira-kira demikianlah yang beliau sabdakan. Abu Bakar pernah datang bersama tiga orang, sedangkan Nabi Muhammad datang bersama sepuluh orang. Sementara itu, tiga orang yang bersama Abu Bakar adalah saya, ayah saya dan ibu saya. (saya tidak tahu apakah ia menuturkan; istri saya dan pelayan di rumah kami dan rumah Abu Bakar). Abdurrahman berkata; 'Abu Bakar makan malam di tempat Rasulullah dan ia pun belum pulang hingga usai shalat Isya. Sepertinya Rasulullah sudah mengantuk, lalu Abu Bakar pulang dan tiba di rumah setelah sebagian malam telah berlalu. Kemudian Abu Bakar ditanya istrinya; 'Wahai suamiku, mengapa kamu biarkan saja tamu-tamumu? ' Abu Bakar malah balik bertanya kepada istrinya; 'Apakah kamu belum memberi mereka makan malam? ' Istrinya menjawab; 'Mereka tidak mau makan sebelum kamu datang. Sebenarnya makanan itu telah dihidangkan, tetapi mereka tetap tidak mau makan juga.' Abdurrahman berkata; 'Lalu saya keluar untuk menyelinap.' Abu Bakar berkata; 'Hai Ghuntsar! ' Rupanya Abu Bakar berkata tidak enak (karena mencari saya) dan mempersilahkan para tamunya; 'Silahkan menikmati hidangan kami seadanya ini! ' Abu Bakar berkata; 'Demi Allah, saya tidak turut mencicipinya.' Abdurrahman berkata; 'Demi Allah, setiap kami mengambil sesuap dari makanan itu, maka makanan tersebut selalu bertambah banyak, hingga kami merasa kenyang dan makanan itu menjadi lebih banyak dari sebelumnya.' Melihat makanan yang tidak berkurang sama sekali atau bahkan bertambah banyak, maka Abu Bakar pun berkata kepada istrinya; 'Hai saudara perempuan Bani Firas, keajaiban apa ini? ' Istrinya menjawab; 'Demi buah hatiku, sungguh makanan itu bertambah banyak tiga kali lipat dari sebelumnya.' Abdurrahman berkata; Abu Bakar hanya mencicipi sebagian makanan itu seraya mengatakan sesuatu kepada istrinya, 'Hai istriku, sesungguhnya sumpahmu itu dari syetan.' Ternyata Abu Bakar hanya mencicipi sesuap saja dari makanan tersebut. Setelah itu, dibawanya makanan itu kepada Rasulullah , hingga ia berada di sisi beliau. Abdurrahman berkata; Kami mempunyai perjanjian dengan suatu kaum sedangkan batas waktunya telah berlalu. Kemudian kami mempersilahkan dua belas orang untuk makan yang masing-masing disertai anak buah beberapa orang. Hanya Allahlah Yang Maha mengetahui berapa jumlah anak buah masing-masing dari dua belas orang tersebut. 'Abdurrahman berkata; Yang jelas, masing-masing orang disertai beberapa anak buah. Mereka kemudian makan semuanya. (Kira-kira demikianlah yang dia sampaikan).
Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Mu'adz Al 'Anbiri] dan [Hamid bin 'Umar Al Bakrawi] dan [Muhammad bin Abdul A'la Al Qaisi] seluruhnya ...
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا سَالِمُ بْنُ نُوحٍ الْعَطَّارُ عَنْ الْجُرَيْرِيِّ ...
bahkan kamu yang paling baik dan lebih utama dari mereka. Abdurrahman berkata; 'Aku tidak mendengar ada kafarah (penebus) terhadap sumpah tersebut.'
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna]; Telah menceritakan kepada kami [Salim bin Nuh Al 'Aththar] dari [Al Jurairi] dari [Abu 'Uts...