حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ ي...
Kami telah berhijrah bersama Nabi dengan hanya mengharapkan ridla Allah, dan kami telah mendapatkan pahala di sisi Allah. Lalu diantara kami ada yang meninggal lebih dahulu sebelum menikmati pahalanya sedikitpun (di dunia ini), diantaranya adalah Mus'ab bin Umair., dia terbunuh di medan Perang Uhud dan dia hanya meninggalkan selembar kain, apabila kami gunakan untuk menutup kepalanya dengan kain tersebut maka kakinya terbuka keluar dan bila kakinya yang hendak kami tutup kepalanyalah yang terbuka. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dengan kain tersebut sedangkan kakinya kami tutup dengan dedaunan idzhir. Dan diantara kami ada juga yang telah memetik hasil usahanya (didunia ini) .
Telah menceritakan kepada kami [Al Humaidi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] berkata, aku mendengar ...
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ هُوَ ابْنُ زَيْدٍ عَنْ يَحْيَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاه...
Setiap amal tergantung dengan niat. Maka siapa yang hijrahnya untuk dunia uang ingin didapatkannya atau untuk seorang wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan, dan barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Hammad], putra dari Zaid, dari [Yahya] dari [Muhammad bin Ibrahim] dari ['Al...
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ يَزِيدَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أ...
Tidak ada hijrah setelah kemenangan (penaklukan kota Makah) .
Telah menceritakan kepadaku [Ishaq bin Yazid ad Damasyqi] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Hamzah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Abu ...
قَالَ يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ وَحَدَّثَنِي الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ قَالَ زُرْت...
Hari ini tidak ada lagi hijrah. Dahulu orang-orang beriman, diantara mereka ada yang berlari kepada Allah dan Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa salam dengan membawa agamanya karena takut terkena fitnah. Adapun hari ini, Allah 'azza wajalla telah memenangkan Islam, dan hari ini pula seseorang dapat beribadah kepada Rabbnya sesukanya. Dan yang ada sekarang adalah jihad dan niat.
Berkata [Yahya bin Hamzah], dan telah menceritakan kepadaku [Al Auza'i] dari ['Atha' bin Abi Rabah] berkata; Aku bersama 'Ubaid bin 'Umair Al Laitsi b...
حَدَّثَنِي زَكَرِيَّاءُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ هِشَامٌ فَأَخْبَرَنِي أَبِي عَن...
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwasanya tidak ada seorangpun yang lebih aku cintai untuk aku perangi di jalan-Mu dari kaum yang telah mendustakan Rasul-Mu dan mengusir beliau. Ya Allah, sungguh aku yakin bahwa Engkau telah menghentikan perang antara kami dan mereka. Dan Aban bin Yazid berkata, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari bapaknya, 'Aisyah mengabarkan kepadaku; ..kaum yang telah mendustakan Nabi-Mu dan mengusirnya dari Quraisy.
Telah menceritakan kepadaku [Zakaria bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair], [Hisyam] berkata, [bapakku] telah mengabarkan kepadaku d...
حَدَّثَنَا مَطَرُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا عِكْ...
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam diutus sebagai rasul saat beliau berusia empat puluh tahun, beliau tinggal di Makkah selama tiga belas tahun menerima wahyu, kemudian beliau diperintahkan untuk berhijrah, Maka beliau berhijrah dan (menetap di Madinah) selama sepuluh tahun hingga beliau wafat ketika berusia enam puluh tiga tahun.
Telah menceritakan kepada kami [Mathar bin Al Fadlal] telah menceritakan kepada kami [Rauh bin 'Ubadah] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] telah ...
حَدَّثَنِي مَطَرُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ بْنُ إِسْح...
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam tinggal di Makkah selama tiga belas tahun (sejak menerima wahyu) dan beliau wafat ketika berusia enam puluh tiga tahun.
Telah menceritakan kepadaku [Mathar bin Al Fadlal] telah menceritakan kepada kami [Rauh bin 'Ubadah] telah menceritakan kepada kami [Zakaria bin Ishaq...
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُ...
Sesungguhnya ada seorang hamba yang Allah telah ditawarkan kepadanya untuk memilih antara dunia dan apa yang ada di sisi-Nya, lalu hamba tersebut memilih apa yang ada di sisi Allah. Maka tiba-tiba Abu Bakar menangis lalu berkata; Kami tebus anda dengan bapak-bapak dan ibu-ibu kami. Kami menjadi heran kepadanya. Orang-orang berkata;; Perhatikanlah orang tua ini. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam mengabarkan tentang seorang hamba yang Allah ditawarkan kepadanya perhiasan dunia dan apa yang ada di sisi-Nya lalu orang tua ini berkata; Kami tebus anda dengan bapak-bapak dan ibu-ibu kami. Dan ternyata hamba yang diminta memilih itu adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam. Dan Abu Bakar adalah orang yang paling memahami tentang beliau. Dan kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: Sesungguhnya manusia yang paling terpercaya di hadapanku dalam persahabatannya dan hartanya adalah Abu Bakar. Dan seandainya aku boleh mengambil kekasih selain Rabbku, tentulah Abu Bakar orangnya. Akan tetapi yang ada adalah persaudaraan Islam. Sungguh tidak ada satupun pintu di dalam masjid yang tersisa melainkan akan tertutup kecuali pintunya Abu Bakar.
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin 'Abdullah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Abu an Nadlar] mantan budak 'Umar bin 'Ubaid...
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَأَخْبَرَنِ...
Sungguh telah di perlihatkan kepadaku negeri tempat hijrah kalian yang memiliki pepohonan kurma diantara dua bukit yang berbatu hitam. Maka berhijrahlah orang yang mau berhijrah menuju Madinah. Begitu pula secara umum mereka yang berhijrah ke Habasyah ikut berhijrah ke Madinah. Lalu Abu Bakar juga bersiap-siap hendak berangkat menuju Madinah. Tetapi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam berkata kepadanya: Diamlah kamu di tempatmu, sesungguhnya aku berharap semoga aku mendapat idzin (untuk berhijrah) . Abu Bakar berkata: Sungguh demi bapakku sebagai tebusan, apakah benar Tuan mengharapkan itu?. Beliau bersabda: Ya benar. Maka Abu Bakar berharap dalam dirinya bahwa dia benar-benar dapat mendampingi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam dalam berhijrah. Maka dia memberi makan dua hewan tunggangan yang dimilikinya dengan dedaunan Samur selama empat bulan. Ibnu Syihab berkata, 'Urwah berkata, 'Aisyah berkata; Pada suatu hari di tengah siang ketika kami sedang duduk di rumah Abu Bakar, tiba-tiba ada orang yang berkata kepada Abu Bakar; Ini ada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam datang pada waktu yang sebelumnya tidak pernah beliau datang kepada kami pada waktu seperti ini. Maka Abu Bakar berkata; Bapak ibuku menjadi tebusan untuk beliau. Demi Allah, tidaklah beliau datang pada waktu seperti ini melainkan pasti ada urusan penting. 'Aisyah berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam datang kemudian meminta idzin lalu beliau dipersilakan masuk. Beliau masuk dan berkata kepada Abu Bakar; Perintahkan orang-orang yang ada di rumahmu untuk keluar. Abu Bakar berkata; Mereka itu dari keluarga tuan juga, bapakku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah. Beliau lalu berkata; Sunnguh aku telah diidzinkan untuk keluar berhijrah. Abu Bakar bertanya; Apakah aku akan menjadi pendamping, demi bapakku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah?. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam menjawab: Ya benar. Abu Bakar berkata; Demi bapakku sebagai tebusanmu, ambillah salah satu dari unta tungganganku ini. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda; (Harus) dengan harga 'Aisyah berkata; Maka kami mempersiapkan untuk keduanya dengan baik dan kami buatkan bagi keduanya bekal makanan yang kami simpan dalan kantung kulit. Sementara Asma' binti Abu Bakar memotong kain ikat pingganngnya menjadi dua bagian lalu satu bagiannya digunakan untuk mengikat kantung kulit itu. Dari peristiwa inilah kemudian dia dikenal sebagai Dzatin Nithaqain (Wanita yang mempunyai dua potongan ikat pinggang). -'Aisyah melanjutkan; - Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam dan Abu Bakar sampai di gua di bukit Tsur. Mereka bersembunyi disana selama tiga malam. 'Abdullah bin Abu Bakar, seorang pemuda yang cerdik lagi cepat tanggap ikut bersama keduanya bermalan disana. Pada waktu sahur (akhir malam) dia keluar meninggalkan keduanya dan pada pagi harinya dia berbaur dengan orang-orang Quraisy seperti layaknya orang yang bermalam di Makkah. Tidaklah dia mendengar suatu rahasia yang dapat memperdaya keduanya melainkan dia akan mengingatnya hingga dia datang menemui keduanya dengan membawa kabar ketika hari sudah mulai gelap. Dan 'Amir bin Fuhairah, mantan budak Abu Bakar menggembalakan kambing untuk diperah susunya dan diberikan kepada keduanya sesaat setelah berlalu waktu 'Isya', Maka keduanya dapat bermalam dengan tenang, dengan mendapat susu segar, yaitu susu hasil perahan kambing itu hingga Amir bin Fuhairah menggiring kambing-kambing tersebut untuk digembalakan saat menjelang pagi. Dia melakukan ini pada setiap malam selama tiga malam persembunyian itu. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam dan Abu Bakar mengupah seseorang dari suku Bani ad Diil, yaitu suku keturunan Bani 'Abdu 'Adi sebagai pemandu jalan. Orang itu adalah orang yang mengerti tentang jalur perjalanan. Orang ini telah ikut bersumpah dengan keluarga al 'Ash bin Wa'il as Sahmiy dan juga dia adalah seorang yang beragama dengan agamanya orang-orang Kafir Quraisy. Namun Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam dan Abu Bakar menpercayainya dan menyerahkan kedua unta tunggangannya dan membuat perjanjian dengannya untuk membawa kembali unta tunggangan tersebut di gua Tsur setelah tiga malam pada waktu shubuh di malam ketiga. Kemudian 'Amir bin Fuhairah berangkat bersama keduanya dan seorang penunjuk jalan tadi. Pemandu jalan itu mengambil jalan di pesisir bersama mereka. Ibnu Syihab berkata; Dan telah mengabarkan kepadaku 'Abdur Rahman bin Malik al Mudliji, keponakan Suraqah bin Malik bin Ju'syam, bahwa bapaknya mengabarkan kepadanya, bahwa dia mendengar Suraqah bin Ju'syam berkata; Datang kepada kami beberapa orang utusan Kaum Kafir Quraisy, yang menjadikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam dan Abu Bakar sebagai sayembara berhadiah bagi orang yang membunuh atau menawan salah seorang dari keduanya. Dan ketika aku sedang duduk bermajelis di tengah majelis kaumku, Bani Mudlij, tiba-tiba datang menghadap seorang dari mereka lalu berdiri di hadapan kami yang sedang duduk bermajelis seraya berkata; Wahai Suraqah, sungguh barusan aku melihat hitam-hitam di pesisir. Aku kira mereka itu adalah Muhammad dan shahabatnya. Suraqah berkata; Saya tahu bahwa mereka itu adalah yang dimaksud, tetapi aku berkata kepadanya; sesungguhnya mereka itu bukan mereka (rombongan Rasulullah), akan tetapi kamu telah melihat fulan dan fulan, yang bergerak bersama-sama dengan mata-mata kami. Aku tetap berdiam di majelis itu beberapa saat, kemudian aku pergi pulang dan masuk ke rumah. Kemudian aku perintahkan pembantu wanitaku agar membawa keluar kudaku dari balik bukit dan menahannya hingga aku datang. Aku mengambil tombak lalu keluar dari belakang rumah. Aku menyembunyikan tombakku dengan meletakkan ujung bawah tombak itu ke tanah dan merendahkan ujung atasnya, ketika aku sampai pada kudaku, aku langsung menungganginya. Aku mempercepat lari kudaku itu agar aku dapat mendekati mereka. Ketika aku sudah dekat dengan mereka, kudaku terperosok ke tanah dan aku jatuh tersungkur. Aku bangun lalu aku menggapaikan tanganku ke tempat anak panahku lalu aku keluarkan beberapa anak panah untuk aku jadikan alat mengundi nasib. Aku mencari penjelasan denga cara mengundi anak panah itu, apakah aku akan mencelakai mereka atau tidak. Maka undian yang keluar adalah apa yang tidak aku senangi. Kemudian aku menunggang kudaku lagi tanpa percaya dengan hasil undian tadi agar aku dapat mendekati mereka lagi. Ketika aku (mendekat) sampai dapat mendengar bacaan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam, dan pada saat itu beliau tidak menoleh, sedangkan Abu Bakar sering kali menoleh kesana kemari, kaki depan kudaku kembali terperosok di dalam tanah hingga mencapai kedua lututnya dan aku terpelanting dari atasnya. Aku menghalau kudaku, lalu dia bangkit dan hampir saja dia tidak dapat mencabut kedua kakinya. Ketika kudaku sudah berdiri tegak, tiba-tiba pada bekas jejak kakinya keluar asap (yang tidak berasal dari api) lalu membubung ke langit bagaikan awan. Kemudian aku kemabli mencari penjelasan dengan undian dan lagi-lagi undian yag keluar adalah yang aku tidak sukai. Akhirnya aku memanggil mereka dengan jaminan keamanan. Maka mereka berhenti. Lalu aku menunggang kudaku hingga sampai kepada mereka. Ketika aku memperolah kegagalan (membunuh mereka), terbetiklah dalam hatiku bahwa kelak urusan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam akan menang. Aku berkata kepada beliau; Sesungguhnya kaum anda telah membuat sayembara berhadiah atas engkau. Lalu aku menceritakan kepada mereka apa yang sedang diinginkan oleh orang-orang atas diri beliau. Kemudian aku menawarkan kepada mereka berdua perbekalan dan harta bendaku, namun keduanya tidaklah mengurangi dan meminta apa yang ada padaku. Akan tetapi beliau berkata: Rahasiakanlah keberadaan kami. Lalu aku meminta kepada beliau agar menulis surat jaminan keamanan, maka beliau menyuruh 'Amir bin Fuhairah untuk menuliskannya pada kulit yang telah disamak. Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam melanjutkan perjalanan. Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepadaku 'Urwah bin az Zubair, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bertemu dengan az Zubair dalam rombongan kafilah dagang Kaum Muslimin. Mereka adalah para pedagang yang baru kembali dari negeri Syam, az Zubair memakaikan pakaian berwarna putih kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam dan Abu Bakar. Kaum Muslimin di Madinah telah mendengar keluarnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam dari Makkah, dan mereka setiap pagi pergi ke Harrah untuk menyambut kedatangan beliau sampai udara terik tengah hari memaksa mereka untuk pulang. Pada suatu hari, ketika mereka telah kembali kerumah-rumah mereka, setelah menanti dengan lama, seorang laki-laki Yahudi naik ke atas salah satu dari benteng-benteng mereka untuk keperluan yang akan dilihatnya, tetapi dia melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam dan shahabat-shahabatnya berpakaian putih yang hilang timbul di telan fatamorgana (terik panas). Orang Yahudi itu tidak dapat menguasai dirinya untuk berteriak dengan suaranya yang keras; Wahai orang-orang Arab, inilah pemimpin kalian yang telah kalian nanti-nantikan. Serta merta Kaum Muslimin berhamburan mengambil senjata-senjata mereka dan menyongsong kedatangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam di punggung harrah. Beliau berdiri berjajar dengan mereka di sebelah kanan hingga beliau singgah di Bani 'Amru bin 'Auf. Hari itu adalah hari Senin bulan Rabi'ul Awwal. Abu Bakar berdiri sementara beliau duduk sambil terdiam. Maka mulailah orang-orang Anshar yang belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam memberi ucapan selamat kepada Abu Bakar hingga sinar matahari langsung mengenai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam. Maka Abu Bakar menghampiri beliau dan memayungi beliau dengan selendangnya. Saat itulah orang-orang baru tahu mana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam tinggal di rumah Bani 'Amru bin 'Auf sekitar sepuluh malam dan beliau membangun sebuah masjid yang dibangun atas dasar ketaqwaan, lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam shalat di masjid itu. Selanjutnya beliau mengendarai unta beliau untuk berjalan bersama orang-orang sampai unta beliau menderum di masjid Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam di Madinah, masjid dimana Kaum Muslimin mendirikan shalat. Sebelumnya masjid tersebut adalah tempat penjemuran kurma milik Suhail dan Sahal, dua anak yatim di bawah perwalian As'ad bin Zurarah. Kemudian ketika untanya menderum, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: Insya Allah, inilah tempat tinggalku. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam memanggil kedua anak yatim itu untuk membeli tempat penjemuran kurma itu, untuk dijadikan masjid. Kedua anak yatim itu berkata; Tidak. Bahkan kami telah menghibahkannya kepada tuan. Wahai Rasulullah. Tetapi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam tidak mau menerima hibah keduanya sampai akhirnya beliau membelinya dari kedua anak itu. Selanjutnya beliau membangunnya sebagai masjid dan mulailah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersama para shahabat beliau memindahkan batu-batu untuk membangunnya. Sambil memindahkan batu-batu itu beliau bersya'ir: Barang yang dibawa ini (batu-batuan) bukanlah barang dari Khaibar.Ini adalah lebih baik, wahai Rabb kami, dan lebih suci. Dan beliau juga bersya'ir: Ya Allah, sesungguhnya pahala itu adalah pahala akhirat. Maka rahmatilah kaum Anshar dan Muhajirin. Perawi membawakan sya'ir seseorang dari Kaum Muslimin namun tidak disebutkannya kepadaku. Ibnu Syihab berkata; Diantara hadits-hadits yang ada, tidak ada satupun hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam membawakan sya'ir secara sempurna selain dari hadits ini.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari ['Uqail] berkata [Ibnu Syihab], telah menceritakan ke...
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَب...
Aku membuatkan bekal perjalanan untuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam dan Abu Bakar ketika keduanya hendak berangkat hijrah menuju Madinah. Aku katakan kepada bapakku; Aku tidak mendapatkan sesuatu untuk mengikat melainkan kain ikat pinggangku. Bapakku berkata; Potonglah kain ikat pinggang itu. Maka aku melakukannya. Dari situlah kemudian aku dijuluki dengan Dzatin Nithaqain (Wanita yang mempunyai dua potongan ikat pinggang) Sedang Ibnu 'Abbas berkata; 'Asma' adalah Dzatu Nithaq.
Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [b...
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ قَال...
beliau mendo'akan kecelakaan baginya sehingga kudanya terperosok kedalam tanah. Kemudian Suraqah berkata; Mohonkanlah doa kepada Allah untukku dan aku tidak akan mencelakakanmu. Maka beliau mendo'akannya. al-Bara' berkata; Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam merasa haus lalu beliau lewat didepan seorang pengembala. Abu Bakar berkata; Maka aku mengambil kambing yang kurus lalu aku peras sedikit susunya kemudian aku mendatangi beliau, kemudian beliau meminumnya hingga aku merasa puas.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] telah menceritakan kepada kami [Ghundar] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ish...
حَدَّثَنِي زَكَرِيَّاءُ بْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِي أُسَامَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَ...
mengunyahnya kemudian meludahkannya ke mulut bayiku. sehingga yang pertama kali masuk ke rongga mulutnya adalah air ludah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam. Kemudian beliau mentahniknya dengan kurma (memasukkan kunyahan kurma ke bagian depan tenggorokan sebelah atas) lalu mendo'akannya dan memberahinya. Dialah anak yang pertama kali lahir dalam Islam. Hadits ini di perkuat oleh Khalid bin Makhlad dari 'Ali bin Mushir dari Hisyam dari bapaknya dari Asma' , bahwa dia berhijrah kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam dalam keadaan mengandung.
Telah menceritakan kepadaku [Zakaria bin Yahya] dari [Abu Usamah] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari [Asma'] radliallahu 'anha, bahwa Asma'...
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَ...
lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam mengambil sebutir kurma kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya. Dan yang pertama kali masuk ke dalam perutnya adalah air ludah Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] dari [Abu Usamah] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari ['Aisyah] radliallahu 'anha berkata; "Bayi y...
حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ ...
Ya Allah, sungkurkanlah ia ke tanah. Maka orang itu dipelantingkan kudanya. Lalu kuda itu berdiri sambil meringkik. Laki-laki itu berkata; Wahai Nabi Allah, perintahkanlah aku apa saja yang engkau inginkan. Beliau berkata; Tetaplah kamu di tempatmu sekarang, dan jangan biarkan ada seorangpun yang menyusul kami. Anas Radiallahu 'anhu berkata; Maka laki-laki itu berjuang di awal hari untuk melindungi Nabi Allah dan pada akhir hari dia menjadi tameng bagi beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam singgah di samping harrah, lalu mengirim utusan kepada kaum Anshar. Maka mereka datang menemui Nabi Allah Shallallahu 'alaihi wa salam dan Abu Bakar, mereka memberi salam kepada keduanya. Mereka berkata; berjalanlah kalian berdua dengan aman dan dipatuhi. Maka Nabi Allah Shallallahu 'alaihi wa salam dan Abu Bakar menunggang tunggangannya sedangkan mereka mengelilingi keduanya dengan bersenjata. Sementara itu di Madinah sudah tersiar kabar bahwa telah tiba Nabi Allah, telah tiba Nabi Allah Shallallahu 'alaihi wa salam. Mereka naik ketempat tinggi untuk melihat, lalu mereka berseru; Nabi Allah telah tiba, Nabi Allah telah tiba. Beliau terus berjalan hingga singgah di samping rumah Abu Ayyub. Sesungguhnya ketika beliau sedang bercerita tentang keluarganya, 'Abdullah bin Salam mendengarnya. Saat itu dia sedang berada di kebun kurma milik keluarganya untuk memetik buahnya untuk mereka. Maka dia bergegas meletakkan apa yang sudah dipetiknya lalu datang mendengar dari Nabi Allah Shallallahu 'alaihi wa salam, kemudian kembali kepada keluarganya. Nabi Allah Shallallahu 'alaihi wa salam bertanya: Manakah rumah keluarga kami yang terdekat?. Abu Ayyub menjawab; Sayalah, wahai Nabi Allah. Ini rumahku dan ini pintuku. Beliau kemudian berkata: Pergilah dan siapkanlah tempat untuk istirahat siang kami. Abu Ayyub berkata; Bedirilah kalian berdua dengan barakah dari Allah. Ketika Nabiyullah Shallallahu 'alaihi wa salam tiba, 'Abdullah bin Salam pun tiba, dia bertanya; Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah dan engkau datang dengan membawa kebenaran. Sungguh orang-orang Yahudi telah mengetahui bahwa aku adalah pemimpin mereka dan putra dari pemimpin mereka, orang 'alim mereka dan putra dari orang 'alim mereka. Panggilah mereka dan tanyalah kepada mereka tentang aku sebelum mereka mengetahui bahwa aku telah masuk Islam. Karena, bila mengetahui aku telah masuk Islam, mereka akan mengatakan kedustaan tentang aku yang tidak ada padaku. Maka Nabi Allah Shallallahu 'alaihi wa salam mengutus utusan kepada mereka, mereka pun datang dan menemui beliau. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam berkata kepada mereka: Wahai sekalian kaum Yahudi, kecelakaan buat kalian. Takutlah kepada Allah. Demi Allah, yang tiada ilah yang berhak disembah melainkan Dia, sungguh kalian telah mengetahui bahwa aku adalah Rasul Allah yang benar dan aku datang kepada kalian dengan membawa kebenaran. Maka masuklah kalian kepada Islam. Mereka berkata; Kami tidak mengetahuinya. Mereka mengatakannya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam sebanyak tiga kali. Beliau bertanya; Siapakah 'Abdullah bin Salam itu di kalangan kalian?. Mereka menjawab; Oh, dia adalah pemimpin kami dan putra dari pemimpin kami, orang 'alim kami dan putra dari orang 'alim kami. Beliau bertanya: Bagaimana pendapat kalian seandainya dia telah masuk Islam. Mereka berkata; Maha suci Allah. Dia tidak akan mungkin masuk Islam. Beliau bertanya lagi: Bagaimana pendapat kalian seandainya dia telah masuk Islam. Mereka kembali berkata; Maha suci Allah. Dia tidak akan mungkin masuk Islam. Beliau kembali bertanya lagi: Bagaimana pendapat kalian seandainya dia benar-benar telah masuk Islam. Mereka tetap berkata; Maha suci Allah. Dia tidak akan mungkin masuk Islam. Beliau berkata: Wahai Ibnu Salam, keluarlah temui mereka. Maka 'Abdullah bin Salam keluar seraya berkata; Wahai, orang-orang Yahudi, takutlah kalian kepada Allah. Demi Allah, yang tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Dia. Sungguh kalian telah mengetahui bahwa dia adalah Rasul Allah dan dia datang dengan membawa kebenaran. Maka mereka berkata; Kamu dusta. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam mengusir mereka keluar.
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad] telah menceritakan kepada kami ['Abdush Shamad] telah menceritakan kepada kami [bapakku] telah menceritakan kep...
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْ...
Dia berhijrah dibawa oleh kedua orang tuanya. Dia juga berkata; Dia tidak sama dengan orang yang berhijrah sendiri.
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Musa] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dari [Ibnu Juraij] berkata, telah mengabarkan kepadaku ['Ubai...
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ خَب...
Kami berhijrah bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam semata-mata mengharapkan ridla Allah, dan kami telah mendapatkan pahala di sisi Allah. Lalu diantara kami ada yang meninggal lebih dahulu sebelum menikmati pahalanya sedikitpun (di dunia ini), diantaranya adalah Mus'ab bin Umair. Dia terbunuh di medan Perang Uhud dan dia tidak meninggalkan suatu apapun selain selembar kain yang apabila kami gunakan untuk menutup kepalanya dengan kain tersebut maka kakinya terbuka keluar dan bila kakinya yang hendak kami tutup kepalanyalah yang terbuka. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dengan kain tersebut sedangkan kakinya kami tutup dengan dedaunan idzhir. Dan diantara kami ada juga yang telah memetik hasil usahanya (didunia ini) .
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Abu Wa'il] dari [Khabbab] berkata; ...
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ قَا...
Apakah kamu mengetahui apa yang dikatakan bapakku kepada bapakmu?. Abu Burdah berkata; Aku menjawab; Tidak. Ibnu 'Umar berkata; Sesungguhnya bapakku telah berkata kepada bapakmu; Wahai Abu Musa, apakah kamu senang dengan keIslaman kita bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam, hijrah kita bersama beliau, jihad kita bersama beliau dan amal-amal kita seluruhnya bersama beliau di tetapkan -sebagai pahala- untuk kita? Dan semua amal kita yang kita kerjakan setelah beliau kita akan mendapat keselamatan dan balasan yang sepadan? Maka bapakku berkata; Demi Allah, sungguh kita telah berjihad sesudah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam, kita shalat, shaum dan beramal kebaikan yang banyak dan telah banyak orang yang masuk Islam di tangan kita, sudah tentu kita mengharapkan pahala itu, Bapakku berkata lagi; Adapun aku, demi Dzat yang jiwa 'Umar berada di tangan-Nya, aku berharap bahwa amalan itu untuk kita dan setiap amal yang telah kita lakukan setelah itu dapat menyelamatkan kita secara sepadan. Aku berkata; Sesungguhnya bapakmu lebih baik dari bapakku.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bisyir] telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami ['Auf] dari [Mu'awiyah bin Qura...
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ صَبَّاحٍ أَوْ بَلَغَنِي عَنْهُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أ...
Aku beserta bapakku datang menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam dan kami mendapatkan beliau sedang istirahat siang, lalu kami kembali ke tempat tinggal kami. Kemudian 'Umar mengutus aku sambil berkata; Pergi dan lihatlah apakah beliau sudah bangun. Maka aku mendatangi beliau lalu masuk dan membai'at beliau, kemudian aku kembali menemui 'Umar dan aku kabarkan kepadanya bahwa beliau sudah bangun. Maka kami berangkat menemui beliau dengan agak mempercepat jalan hingga kami masuk menemui, beliau lalu 'Umar membai'at beliau kemudian aku pun membai'at beliau.
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ash Shabah], atau telah sampai kepadaku berita darinya, telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari ['Ashi...
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ حَدَّثَنَا شُرَيْحُ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ ...
Kami telah melakukan pengamatan hingga kami memilih keluar di malam hari, lalu kami mempercepat perjalanan kami di waktu malam dan siang, hingga akhirnya ketika pada waktu tengah hari, nampak kepada kami sebuah batu besar. Kemudian kami mendatangi batu tersebut dan ada celah untuk bernaung. Maka aku menggelar kainku yang terbuat dari kulit unta untuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tidur di atasnya. Aku beranjak sejenak untuk mengamati keadaan sekeliling tempat itu yang ternyata aku bertemu dengan seorang budak penggembala yang sedang menghalau kambingnya menuju batu tersebut untuk bernaung sebagaimana yang kami inginkan tadi. Aku bertanya kepadanya; Milik siapakah kamu ini wahai budak? budak pengembala itu menjawab; Aku ini milik fulan. Aku bertanya lagi; Apakah kambingmu ini menghasilkan air susu? penggembala itu menjawab; Ya. Aku bertanya lagi; Apakah kamu bersedia memeras susunya?. Dia menjawab; Ya. Maka dia mengambil seekor diantara kambing-kambingnya lalu aku katakan; Bersihkanlah puting susunya (dari debu, bulu dan kotoran). Abu Bakar melanjutkan; Kemudian penggembala itu memeras sedikit susu dan memasukkannya ke dalam sebuah gelas, dan aku membawa wadah kecil yang aku siapkan untuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam. Maka aku menuangkan air ke dalam susu itu agar dingin pada bagian bawahnya lalu aku bawa susu itu untuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam. Aku katakan; Minumlah wahai Rasulullah. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam meminumnya hingga aku puas. Kemudian kami meneruskanperjalanan sementara orang yang mencari kami membututi kami melalui jejak-jejak kami. Al Bara' berkata; Aku masuk bersama Abu Bakar menemui keluarganya yang ternyata disana ada 'Aisyah , putrinya, yang sedang berbaring sakit terkena demam. Aku melihat bapaknya menciumnya lalu berkata; Bagaimana keadaanmu wahai ananda.
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin 'Utsman] telah menceritakan kepada kami [Syuraih bin Maslamah] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Y...
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حِمْيَرَ حَدَّثَنَا إِبْرَا...
Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tiba (di Madinah) dan tidak ada satupun dari shahabat beliau yang paling banyak ubanya selain Abu Bakar. Maka kemudian dia mengecatnya dengan daun inai dan katam (daun pewarna lainnya) . Dan berkata Duhaim telah menceritakan kepada kami Al Walid telah menceritakan kepada kami Al Auza'i telah menceritakan kepadaku Abu 'Ubiad dari 'Uqbah bin Wassaj telah menceritakan kepadaku Anas bin Malik berkata; Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tiba di Madinah dan diantara shahabat beliau yang paling tua adalah Abu Bakr. Kemudian dia menyemirnya menggunakan daun inai dan katam (daun pewarna lainnya) hingga warna rambutnya nampak kemerah-merahan.
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Himyar] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim...
حَدَّثَنَا أَصْبَغُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّ...
Abu Bakr pernah menikahi seorang wanita dari bani Kalib yang kemudian dipanggil Ummu Bakr. Lalu Abu Bakr menceraikannya ketika ia berhijrah. Wanita itu kemudian diperistri oleh anak sepupunya, yaitu seorang penyair yang menyenandungkan sya'ir memuji-muji kaum Kafir Quraisy (yang terbunuh dalam perang Badar); Apakah yang ada dalam sumur Badar? Yaitu orang-orang yang memiliki mangkuk kayu pohon Syiza yang dihiasi dengan daging punuk unta.Apakah yang ada dalam sumur Badar? Yaitu para budak wanita dan orang-orang yang minum, yang mulia. Ummu Bakr mendo'akan (kita) selamat. Apakah bagi diriku keselamatan setelah kaumku pergi Rasul memberitahukan bahwa kami akan hidup kembali. Bagaimana burung ashda' (burung hantu) dan ham (tengkorak kepala) dapat hidup kembali?.
Telah menceritakan kepada kami [Ashbagh] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] dari [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Az Zubair] dari [...
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ أَبِي بَكْرٍ ر...
Tenanglah wahai Abu Bakr, jika kita berdua maka yang ketiganya adalah Allah.
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Tsabit] dari [Anas] dari [Abu Bakr] radliallahu 'anhu ...
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيّ...
Celaka kamu, sesungguhnya hijrah sangatlah berat. Apakah kamu memiliki unta?. Orang itu menjawab; Ya. Beliau bersabda: Apakah kamu telah mengeluarkan zakatnya? Orang itu menjawab; Ya. Beliau bertanya lagi: Apakah kamu perah susunya pada waktunya? Orang itu menjawab; Ya. Beliau bersabda: Beramallah sekalipun dari balik lautan, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan amalanmu sedikitpun.
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i]. Dan...